Tipe Pompa Injeksi

Baru bisa ngetik hari ini, belom sempet-sempet gara-gara kesibukan yang hampir nggak ada habisnya. Mau ngomongin apa ya...?

Sebelumnya saya ingin menyampaikan terima kasih saya kepada bapak Ikadany Suwanto pemilik blog http://ikadanysuwanto.blogspot.com. karena blog beliau telah menginspirasi saya dalam pembuatan blog ini, dikarenakan jarangnya blog yang membahas tentang mesin diesel khususnya Injection Pump.

OK... kali ini saya ingin memposting tentang Injection Pump itu sendiri. Kita tahu bahwa cukup banyak macam dan jenis Injection Pump yang telah ada saat ini, belum lagi model2 yang terbaru yang belum tentu semua Bengkel Injeksi bisa mengatasinya (termasuk saya, hehehe...) yang rata2 disebabkan oleh terbatasnya alat dan sarana untuk memperbaikinya.

Tapi, secara garis besar Injection Pump yang paling banyak dipakai terbagi 2 type, Injeksi In Line dan Injeksi Distributor, yang biasa saya sebut (dengan bahasa saya yang notabene belajar secara otodidak bukan sekolah/kursus) Injeksi Konvensional dan Rotary.

Pompa Injeksi In Line (Konvensional)



Pada pompa injeksi in-line memiliki konstruksi elemen pompa sebaris, dimana masing-masing silinder dilayani oleh satu plunger. Camshaft /poros nok pompa disangga oleh dua bantalan roler tirus (tapered roller bearings) dan digerakkan oleh mesin melalui rangkaian roda gigi.

Elemen pompa, terdiri dari plunyer dan silinder (atau barrel ), adalah bagian pompa yang paling penting.

Plunyer dan silinder ini dikerjakan dengan penyelesaian/finishing presisi tinggi, dan ditempatkan dalam toleransi kecil sekali untuk memungkinkan elemen pompa bertahan dalam tekanan tinggi sekali tanpa adanya kebocoran. Untuk alasan ini, plunyer dan silinder harus tidak pernah diganti sendiri-sendiri/ secara terpisah, tetapi diganti satu set.

Contoh untuk Pompa Injeksi type ini adalah Colt Diesel (mulai dari FE, PS sampai dengan Canter), Varian-varian Dyna (Selain Rhyno) dan lain-lain.

Pompa Injeksi Distributor (Rotary)


Pompa Injeksi Distributor, disebut juga Rotary dan VE. Berbeda dengan type In Line karena pada Pompa Injeksi tipe ini semua silinder hanya dilayani satu buah plunger yang disebut dengan rotor head.

Komponen di dalamya pun memiliki perbedaan dengan tipe IN Line karena cara kerja yang berbeda.
Cara kerjanya adalah putaran as / shaft drive memutar camplate yang memiliki bentuk khusus pada bagian bawahnya, yaitu berupa tonjolan nok dengan jumlah sesuai silinder mesin. Tonjolan ini akan terdorong oleh roller yang ada dibawahnya ketika camplate sedang berputar sehingga camplate akan naik dan mendorong plunger untuk melakukan pemompaan bahan bakar untuk langkah penginjeksian.

Pada Barrel rotor head, terdapat lobang jalur bahan bakar yang mengarah ke delivery valve dengan jumlah yang sesuai dengan silinder mesin. Pada saat plunger berputar (mengikuti putaran camplate), satu lobang penyalur pada plunger akan mengirimkan bahan bakar ke lobang-lobang tersebut secara bergantian. Inilah alasan pompa injeksi jenis ini disebut sebagai pompa injeksi distributor.
Contoh untuk type ini adalah Panther (2,3 - 2,5), Rhyno 115, Kuda dll.

Saya rasa cukup sampai disini dulu pembahasan mengenai jenis pompa injeksi, semoga bermanfaat dan...
Salam Pintar...

Berlangganan update artikel terbaru via email:

1 Response to "Tipe Pompa Injeksi"

  1. salam mas ken dhou.mas mau tanya nih cara pemasangan pompa injeksi isuzu elf turbo nkr 71.sebelumnya trimakasih

    ReplyDelete

Terima kasih atas kunjungannya...
Pertanyaan, pendapat,serta saran dan masukan dapat sobat tuliskan pada kolom komentar yang tersedia. Harap menggunakan bahasa yang baik dan sopan.
Mohon maaf, segala bentuk SPAM dan mengandung unsur SARA akan kami hapus.

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel