Mitsubishi Canter Part 1

Governor oh governor


Ini cerita tentang beberapa hari yang lalu, ada telepon masuk sekitar pukul delapan malam.

"Mas, saya ada dibengkel sampean ni, mau dandan injeksi"
Karena sudah malam saya bingung menjawabnya, dalam hati saya berpikir orang ini ngerti malam nggak sih????
 "Iya..., bagaimana mas?" tanya saya
"Mobil saya kalau dipakai jalan kayak mau loncat-loncat, langsamnya juga ngayun terus, naik turun" jelasnya singkat
"Lah!!! itu mobil apa kodok loncat-loncat?" batin saya
"Oh... gitu mas, besok lho baru bisa nyervis, gimana ya??? soalnya udah malem sih mas" saya coba menjelaskan situasinya
"Nggak apa-apa mas besok, tapi saya minta tolong sampean liat sebentar kira-kira apanya" Si Mas coba merayu saya. Phiuuuh... saya pikir-pikir sebentar dan

"Ok Mas, tunggu sebentar ya, rumah saya nggak jauh kok dari bengkel" akhirnya saya pun nyerah, demi kepuasan pelanggan, padahal hari itu saya pulang kerja hampir isya' karena ada lemburan.

Saya minta si Mas menghidupkan mesin, dan benar saja...
Stasionernya tidak bisa tenang sama sekali, begitu hidup langsung ngegas sediri tak lama kemudian turun dan langsam, e.... langsung naik lagi. Tapi ketika gas saya tarik ke RPM sedang tidak ada tanda-tanda mau ngayun, suara mesin bisa mengikuti setiap tarikan gas saya.

Begitu saya lepaskan seling gas, suaranya kumat lagi.
Segera saya minta si Mas mematikan mesin, kami ngobrol-ngobrol sebentar. Prediksi awal adalah Governor, kemungkinan kendur mur kencingnya atau lepas meskipun biasanya berbeda gejala yang ditimbulkan. Demi memuaskan rasa penasaran saya, saya ambil kunci Ringpas 19mm kemudian menghidupkan kembali mesin. Saya kendurkan satu persatu selang nosel karena saya berpikir jika persoalan ini timbul karena ada salah satu plunger yang debit minyaknya terlampau besar, maka saat saya mematikan supplai bahan bakar ke nosel dari plunger itu pasti akan berhenti ngayunnya. Hasilnya... tak ada perubahan.

Saya pastikan Governor bermasalah, saya pun pamit pulang untuk istirahat dan memikirkan kemungkinan-kemungkinan penyebab lainnya.

Sebagai catatan: Saya penasaran dengan debit minyak plunger karena Pompa Injeksi sebelumnya sempat diotak-atik oleh mekanik mesin, dan Nosel pun sudah beberapa kali distel di beberapa bengkel yang berbeda.

Sempat terpikirkan Spring Fleiweight lepas atau putus, tapi ragu mengingat tidak ada gejala mengayun saat RPM saya tahan di putaran sedang hingga tinggi.

Paginya, saya lepas selang nosel dan maniold terlebih dahulu, sehingga bisa dengan mudah melepaskan "Rumah" Fuel Load Adjuster, tujuan saya adalah untuk melihat apakah spring fleiweight/start spring masih ada di tempatnya atau terlepas. Ternyata utuh, sasaran berikutnya adalah Governor...

Dan benar saja. Governor langsung bergerak ketika saya dorong dengan batang obeng panjang... Ini artinya Mur pengancing Governor telah lepas atau kendur. Pompa Injeksi pun langsung saya turunkan.

Saya periksa semua isi bagian belakang Pompa Injeksi, semua baik-baik saja selain Governor yang bisa bebas berputar-putar padahal Gear Timer diam. Dan ada item lain yang tak terpasang oleh bengkel yang pernah membongkarnya, tapi hal itu bukanlah sebuah masalah serius bagi Pompa Injeksi itu sendiri (part gantinya atau yang sesuai dengan persamaanya juga banyak kok).

Selesai dicuci bersih semua part dan body Pompa Injeksinya, saya pasang kembali Governor dan yang lainnya. Nosel pun sudah diset rata semua dari yang awalnya memiliki tekanan yang berbeda-beda.

Oh iya, ada yang harus diingat...!!!!
Saat mengencangkan Governor, jangan pakai ragu. Dan untuk memastikan bahwa Governor sudah dalam posisi benar. Si Governor harus bisa digoyang-goyangkan ke kanan-kiri (Pasti akan memantul kembali ke posisi apabila Damper dalam kondisi bagus) tetapi tidak boleh/bisa bergerak naik turun. Alasannya adalah Ring Baut pengancingnya didesain khusus dengan ukuran tersendiri. Jika tidak bisa digoyangkan berarti ring terlalu tipis dan jika bisa naik turun berarti ring terlalu tebal.

Singkat cerita Pompa Injeksi yang sudah kembali kebentuk asalnya dengan sedikit perubahan pada posisi nahpur serta telah dikalibrasi ulang sudah duduk manis di posisinya pada mesin, si Mas pemilik mobil saya minta untuk menghidupkan mesin dan JRENGGGGG...

Masalah Terselesaikan....

Dengan pengerjaan sekitar 2-3 jam, mobil kembali normal seperti seharusnya, kodoknya pergi alias nggak akan loncat-loncat lagi. Dan yang pasti pelanggan terpuaskan dengan servis ringan tanpa ada penggantian spare part selain packing.
Bagaimana proses menurunkannya??? kapan-kapan kita ulas. Mau istirahat dulu dan semoga ada manfaat yang bisa diambil dari apa yang saya ulas kali ini.
Salam Pintar...

Berlangganan update artikel terbaru via email:

10 Responses to "Mitsubishi Canter Part 1"

  1. Ada kontak biar bs tanya2 mas?

    ReplyDelete
    Replies
    1. kontak bisa cek di label "saya/kontak" sob

      Delete
  2. Replies
    1. Kalau bengkelnya khusus pompa injeksi
      kalau blognya sih gado-gado, hehehe

      Delete
  3. dha no hp ny g om...
    mw tanyak cara stel minyak/tenaga tpi minyak tidak boros....
    mobil chanter gan..

    ReplyDelete
  4. dha no hp ny g om...
    mw tanyak cara stel minyak/tenaga tpi minyak tidak boros....
    mobil chanter gan..

    ReplyDelete
  5. dha no hp ny g om...
    mw tanyak cara stel minyak/tenaga tpi minyak tidak boros....
    mobil chanter gan..

    ReplyDelete
    Replies
    1. No HP, PIN BBM maupun alamat E Mail ada di Kontak saya sob. tinggal buka kolom SAYA
      Trims

      Delete
  6. Setel tambah rpm carax putar kanan atau kiri ya bang...,mohon infonya terima kasih

    ReplyDelete
    Replies
    1. sesuai arah jarum jam sob, setengah putaran saja sebagai saran dari saya. semoga berhasil

      Delete

Terima kasih atas kunjungannya...
Pertanyaan, pendapat,serta saran dan masukan dapat sobat tuliskan pada kolom komentar yang tersedia. Harap menggunakan bahasa yang baik dan sopan.
Mohon maaf, segala bentuk SPAM dan mengandung unsur SARA akan kami hapus.

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel