Permasalahan2 Part 2

Permasalahan-Permasalahan Part 2

Dah berapa hari ya nggak ngisi blog ini???
Karena beberapa kesibukan beberapa hari kemarin, capek badan plus pikiran jadi nggak konsen nulis artikel buat blog kecil ini. Dan sore ini baru sempet ngetik lagi...

Sobat Bloggers...
Kali ini saya ingin share beberapa permasalahan yang saya anggap "menduduki" kategori sedang hingga berat, yang artinya... Lebih baik kita serahkan ke ahlinya untuk pembongkaran sekaligus perbaikannya. Hal ini bukan hanya karena keterbatasan alat sebagai pemilik kendaraan/mesin maupun sebagai pengemudi/operator, tapi juga keterbatasan pengetahuan dan pengalaman pada masalah Pompa Injeksi (Bener kan...?)
LANJUT SOB....

Kita mulai dengan persoalan-persoalan dari sisi spare part

>> PLUNGER /  ELEMENT


Saya tulis pertama kali karena Plunger adalah inti utama dari Pompa Injeksi, karena kuat atau lemahnya pemompaan bahan bakar kedalam ruang bakar tergantung dari alat ini.

Deteksi yang paling mudah untuk mengetahui bahwa Plunger Pompa Injeksi sudah lemah adalah melihat stasionernya, karena saat Plunger sudah aus atau lemah, mesin tidak akan sanggup untuk berputar rendah karena lemahnya "tendangan". Baik yang hidupnya mudah maupun susah.
Diatas saya tuliskan "Baik yang hidupnya susah maupun mudah", apa maksudnya ya???

- Begini sob, untuk mesin dengan Pompa Injeksi type Distributor, selain stasionernya/langsamnya mati, proses menghidupkan mesinpun menjadi susah atau biasa diistilahkan kebanyakan bengkel "start panjang".

Disini pun kita harus lebih teliti, karena mesin susah distart belum tentu karena Pompa Injeksi, bisa juga karena Kompressi mesin yang sudah lemah. Untuk mengetahuinya coba didorong, jika bisa hidup hanya dengan sedikit dorongan (jarak pendek) kemungkinan besar adalah Pompa Injeksi yang minta servis. Tapi jika didorong sampai jarak yang cukup jauh pun masih tetap susah hidupnya, periksakan engine/mesin sobat.

- Pada Ponmpa Injeksi tipe Inline, proses hidupnya tetap mudah meskipun  langsamnya mati. Kecuali untuk Tipe In Line yang belum Direct Injection (masih menggunakan busi pemanas), contohnya Colt Diesel FE, Pompa Injeksi yang menggunakan Diaphragm untuk sistem gasnya dan lain2.

-Colt Diesel PS (100/120), jika kita mengalami mesin mbrebet di putaran tengah, di langsam dan putaran tinggi normal. Ada kemungkinan bearingnya kocak, tapi paling sering adalah plungernya cacat, harus diganti karena akan susah waktu penyetelan / kalibrasi jika tidak diganti.

- Suara ngabur atau tidak bisa dikecilkan sama sekali dan sebaliknya tidak bisa hidup. sedangkan tuas choke atau tuas gas tidak ada respon saat digerak-gerakkan. Bisa disebabkan oleh plunger yang macet. Dan bisa juga karena mur kancing Governor kendur atau lepas.

- Untuk tipe VE, tidak bisa hidup sama sekali dan bahan bakar tidak keluar dari holder valve. Kemungkinan besar Rotor Head Pompa Injeksi patah

>> NOSEL / NOZZLE



- Jika mesin terdengar kasar nglatak pada putaran sedang hingga ke tinggi (ingat!!! kasarnya NGLATAK) hampir mirip seperti suara kerusakan pada metal, itu tanda bahwa ada Nosel yang macet, paling sering terjadi pada Panther 2,3, Chevrolet LUV dan Trooper. Untuk memastikannya, kendurkan satu persatu mur pengencang selang Nosel bergantian. Jika ada yang begitu dikendurkan suara nglataknya hilang, berarti di silinder itu yang Noselnya mengalami kemacetan. GANTI

- Jika sobat bloggers mengalami susah hidup pada waktu pagi hari (mesin dingin) dengan asap putih, dan sedikit pincang pada stasionernya. Selang beberapa menit kemudian ketika mesin sudah mulai panas asap dan pincang mulai menghilang dengan proses hidup menjadi mudah. Periksa terlebih dahulu Noselnya, bisa jadi Nosel kurang maksimal dalam pengabutan bahan bakar (ngencing), bahkan beberapa dengan fisik yang cekung pada bagian depan (Nosel rata/bukan lancip)

- Asap putih terus menerus, mbrebet dari stasioner hingga putaran tinggi. Paling sering terjadi adalah Nosel kehilangan tekanan, bisa juga ada keretakan atau pecah pada Nosel.

- Untuk Colt Diesel PS100 tahun lama (1984-1987), suara mesin tidak menentu, terkadang normal dan terkadang pincang. Bisa jadi hal ini disebabkan kaki jarum nosel patah.

- Nosel yang kurang rata apalagi dengan tekanan yang terlalu rendah dari ukuran standarnya akan membuat stasioner mesin menjadi tidak stabil dan kurang tenaga. Sebaliknya terlalu tinggi pun akan menurunkan tenaga dan dapat berakibat fatal pada Pompa Injeksi karena terlalu berat untuk menmbakkan bahan bakar.

>>Valve



Meskipun faktor Valve jarang terjadi menjadi permasalahan, tapi untuk beberapa jenis mesin sering mengalaminya (contoh : Canter). Ada suara pincang pada saat langsam disebabkan Valve tidak bisa menahan bahan bakar yang telah masuk ke dalam selang nosel untuk tidak turun kembali.

Nah sobat bloggers...
Diatas saya menuliskan tentang persoalan - persoalan pada Pompa Injeksi dari sisi spare part utama (Plunger, Nosel dan Valve)  yang sebaiknya kita serahkan kepada ahlinya.

Dan saya akan sambung lagi dengan tulisan mengenai permasalahan part2 yang bisa kita deteksi sendiri dari sisi jenis Pompa Injeksi itu sendiri.
Salam Pintar...

Berlangganan update artikel terbaru via email:

0 Response to "Permasalahan2 Part 2"

Post a Comment

Terima kasih atas kunjungannya...
Pertanyaan, pendapat,serta saran dan masukan dapat sobat tuliskan pada kolom komentar yang tersedia. Harap menggunakan bahasa yang baik dan sopan.
Mohon maaf, segala bentuk SPAM dan mengandung unsur SARA akan kami hapus.

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel