Diesel Fuel Injection Pump

Setelah kemarin saya membuat artikel tentang Nosel (Nozzle), sekarang saya akan mencoba menjelaskan sedikit tentang Pompa Injeksi Bahan Bakar Diesel (Diesel Fuel Injection Pump) dengan lebih sederhana (sebenarnya karena saya yang kurang mengerti bahasa mekanik, hehehe...)

Pada postingan yang lampau saya sudah pernah menuliskan tentang Pompa Injeksi tipe Distributor/VE, jadi kali ini saya akan membuka sedikit tentang Pompa Injeksi tipe In Line.

Seperti yang sudah kita ketahui, bahwa Pompa Injeksi adalah salah satu komponen utama dalam sistem pembakaran bahan bakar. Dan Pompa Injeksi merupakan komponen paling penting, karena hampir semua kerja penginjeksian bahan bakar berada disini.
Pompa Injeksi In Line.
Semua Pompa Injeksi (In Line/VE) berputar mengikuti mesin dengan As sebagai Gigi Timer sebagai penghubung antara mesin dengan unit Pompa Injeksi. Pompa Injeksi In Line menggunakan As pemutar yang disebut camshaft, As / poros pemutar memiliki nok dengan jumlah sesuai dengan jumlah silinder mesin, jika mesin bersilinder 4 maka nok pada as pun berjumlah 4 dan seterusnya.

Nok pada Camshaft bekerja mendorong Tappet dengan roll yang akan meneruskan dorongan tersebut ke Plunger sebagai penekan bahan bakar ke dalam Holder yang terdapat Delivery Valve di dalamnya, Delivery bertugas untuk menjaga agar bahan bakar yang telah masuk ke dalam selang Delivery line ( selang nosel) tidak kembali ke daerah Plunger hingga masuk ke dalam Nosel untuk dikabutkan.

Bagaimana dengan komponen lain?
Dalam "tuubuh" Pompa Injeksi In Line terdapat Governor sebagai pengatur keluarnya bahan bakar dengan menggerakkan Control Rack.
Penjelasan singkat cara kerja Fuel Injection Pump In Line

Camshaft dan Tappet

Camshaft Fuel Injection Pump
Noken As

Tappet Pompa Injeksi
Tappet
Camshaft berputar dan mendorong Plunger melalui Tappet sesuai dengan Firing Order, terdapat 1 nok tambahan selain nok pendorong tappet yaitu nok yang berfungsi untuk mendorong tappet pada feed pump.

Camshaft juga menjadi tempat Governor dipasang, karena Governor bekerja berdasarkan putaran dari mesin sehingga bisa menggerakkan Control Rack dan mengatur keluarnya bahan bakar serta putaran mesin (mencegah over running pada putaran tinggi dan tidak mati pada putaan rendah), untuk lebih jelasnya bisa dilihat di pembahasan saya tentang Governor.

Plunger, Control Pinion dan Control Rack

Plunger bekerja akibat dorongan Camshaft melalui Tappet dan didorong balik oleh Plunger Spring kemudian terjadi gerakan naik turun sehingga dapat memompa bahan bakar ke dalam Delivery Line.
Debit minyak yang masuk melalui feed hole diatur oleh Control Pinion yang terpasang pada Driving Face Plunger yang bergerak oleh gerakan maju mundur dari control rack yang diatur oleh Governor. Lebih jelasnya perhatikan gambar di bawah ini.
Plunger
cara kerja plunger

Delivery Valve
Delivery Valve pompa injeksi
Delivery Valve
Bekerja seperti klep pada mesin, bahan bakar yang dipompa Plunger masuk ke dalam Delivery Line yang terlebih dahulu melewati Delivery Valve dan mencegah bahan bakar tersebut kembali ke dalam area Plunger akibat dorongan spring holder pada Delivery Valve. Sehingga bahan bakar bertekanan tinggi di dalam Delivery Line (selang Nosel) tetap padat sampai dikabutkan oleh Nosel.

Begitulah penjelasan singkat tentang cara kerja Diesel Fuel Injection Pump tipe In Line yang dapat saya gambarkan dengan bahasa ala kadarnya. Semoga bermanfaat buat Sobat Bloggers
Salam Pintar...

Berlangganan update artikel terbaru via email:

0 Response to "Diesel Fuel Injection Pump"

Post a Comment

Terima kasih atas kunjungannya...
Pertanyaan, pendapat,serta saran dan masukan dapat sobat tuliskan pada kolom komentar yang tersedia. Harap menggunakan bahasa yang baik dan sopan.
Mohon maaf, segala bentuk SPAM dan mengandung unsur SARA akan kami hapus.

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel