Pompa Injeksi Common Rail

Mesin Diesel sudah terkenal sebagai mesin yang kasar, dengan getaran yang keras dan salah satu penyumbang polusi udara dengan asap yang tebal, hitam dan terkadang pekat/kotor. Tapi semua itu bisa sirna berkat terciptanya Pompa Injeksi Common Rail pada mesin Diesel.

Apa itu Pompa Injeksi Common Rail? dan apa perbedaan dengan Pompa Injeksi lainya?

Baik Sob, kali ini kita akan mengulas mengenai Pompa Injeksi Common Rail beserta cara kerjanya dengan cara dan bahasa yang lebih sederhana, karena saya sendiri sebenarnya kurang bisa menerangkan bahasa mekanik yang terkadang malah membingungkan saya sendiri (tepok jidat siapa ini?? mana jidat???).


Common Rail, bisa kita artikan sebagai "Rel Bersama". Dari namanya sudah mulai bisa dimengerti bahwa Pompa Injeksi jenis ini menggunakan 1 Rel sebagai wadah penampung bahan bakar bertekanan tinggi sebelum didistribusikan ke masing-masing Injector/Nosel.


Common Rail Fuel Ijection Pump
Common Rail
Sebenarnya teknologi Common Rail sudah ada sejak satu abad yang lalu, digunakan pada lokomotif dan kapal selam. Hanya saja pada waktu itu masih menggunakan sistem mekanis dalam membuka tutup injector.

Hingga pada tahun 1960, Common Rail Modern berbasis Elektronik dikembangkan oleh ilmuwan asal swiss Robert Huber, kemudian dikembangkan lebih jauh lagi oleh Dr. Marco Ganser.

Teknologi Common Rail terus berkembang sampai pada 1995 digunakan secara massal di Jepang untuk kendaraan truk, bukan mobil penumpang. Dan pada saat ini sistem kerjanya lebih presisi lagi semenjak komputasi masuk pada Teknologi Common Rail.

Perbedaan Pompa Injeksi Common Rail dan Pompa Injeksi Konvensional (IN Line dan VE) adalah tekanan penginjeksian bahar bakar yang jauh lebih tingi dari pada Pompa Injeksi konvensional (hingga 1600 bar, bahkan pada saat ini telah melebihi 2000 bar). Serta penggunaan satu Rel untuk semua Nosel, berbeda dengan Pompa Injeksi konvensional yang masih menggunakan selang terpisah untuk masing-masing nosel dari unit Pompa Injeksi.

Cara kerja

Penjelasan sederhananya begini Sob... Bahan bakar di dalam tangki dipompa dengan tekanan rendah melewati filter menuju Unit Pompa Utama yang memompa dengan tekanan tinggi. Bahan bakar bertekanan tinggi ini masuk ke dalam Rail untuk didistribusikan ke dalam Nosel/Injector yang diatur proses buka tutupnya oleh ECU (Electroni Control Unit) yang mendapat sinyal dari sensor-sensor yang terdapat pada mesin dan lainnya.

Seperti yang bisa Sobat lihat pada gambar di bawah


Komponen-komponen Pada Sistem Common Rail

1. Electric Feed Pump yang memberikan supply bahan bakar ke Unit Pompa Utama

2. Filter Solar, merupakan komponen yang sangat penting untuk diperhatikan karena Injector Common Rail memiliki tingkat kerapatan yang sangat kecil dan presisi sehingga partikel kotoran pada bahan bakar kan membuatnya mudah tersumbat/mampet.

3. High Pressure Pump, Pompa Utama yang merupakan jantung dari sistem kerja Common Rail ini mempu memasok bahan bakar ke dalam Rail dengan tekanan yang sangat tinggi (hingga lebih dari 2000 bar), bandingkan dengan mesin pada umumnya yang hanya mencapai 2,5 - 3,5 bar.

4. Rail, terminologi Common Rail dimana bahan bakar yang masuk di dalamnya disimpan sementara untuk kemudian di salurkan ke injector ke dalam ruang bakar sesuai dengan perintah dari ECU.

5. Injector berfungsi untuk menyemprotkan bahan bakar bertekanan tinggi dengan kerapatan yang kecil dan presisi sehingga menghasilkan kabut minyak yang sangat halus dan sempurna.

6. ECU bertugas mengatur waktu/timing buka tutup injector, serta durasi/lamanya waktu buka tutup. Alat ini terhubung dengan beberapa perangkat sensor-sensor yang terdapat pada mesin dan bagian-bagian lainnya (tekanan turbo, pedal gas, beban mesin, suhu bahan bakar dll) dan mengolah semua informasi tersebut hingga menghasilkan ukuran yang tepat seberapa jumlah, kapan dan seberapa lama bahan bakar yang harus disemprotkan oleh injector.

7. Rail Pressure Sensor untuk monitoring tekanan pada Rail.

8. High Pressure Control Valve yang berfungsi untuk mengontrol tekanan di dalam Pompa Utama, kontrol ini dilakukan oleh Unit ECU.


9. Overflow Valve yaitu klep yang mengatur kelebihan bahan bakar bertekanan tinggi untuk dapat dikembalikan ke dalam tangki.

10. Return Manifold untuk mengatur bahan bakar kembali ke dalam tangki

Keuntungan dari Teknologi Common Rail pada mesin diesel

1. Dengan atomisasi bahan bakar yang lebih baik dari sistem konvensional (diklaim 
tiga kali lebih akurat), menjadikan pembakaran pada mesin lebih sempurna.

2. Dengan kontrol yang presisi menjadikan Teknologi ini lebih hemat bahan bakar dan getaran mesin lebih halus.

3. Dengan terjadinya pembakaran yang lebih sempurna maka teknologi ini membuat mesin lebih bertenaga dan ramah lingkungan.

4. Bisa bekerja lebih keras dan lebih lama karena komponennya yang sangat tahan terhadap tekanan tinggi.

Sobat Bloggers sekalian, cukup disini informasi tentang Pompa Injeksi Common Rail yang dapat saya tuliskan, semoga dapat memberikan manfaat.

Terima kasih kepada Mas Teguh Ariwibowo dan carakerjacommonrail.blogspot.com Wikipedia, Trugmagz.com dan beberapa situs lain atas informasi yang dapat saya pelajari sebagai bahan tambahan dalam artikel ini.
Salam Pintar... 

Berlangganan update artikel terbaru via email:

1 Response to "Pompa Injeksi Common Rail"

  1. saya punya nkr 71 tahun 2010 dump truck
    Kalau jalan dengan muatan di jalan rata lumayan ngacir tapi giliran di tanjakan agak tinggi jadi tidak ada tenaga nafas nya langsung drop hilang begitu saja jadi tidak bisa nanjak
    Filter solar dah ganti semua trus asap tidak terlalu tebal
    Bagaimana solusi nya ya pak supaya mobil dengan muatan di tanjakan nya jadi tidak loyo lagi
    Trima kasih

    ReplyDelete

Terima kasih atas kunjungannya...
Pertanyaan, pendapat,serta saran dan masukan dapat sobat tuliskan pada kolom komentar yang tersedia. Harap menggunakan bahasa yang baik dan sopan.
Mohon maaf, segala bentuk SPAM dan mengandung unsur SARA akan kami hapus.

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel