Totalitas menjadi Blogger

Seorang blogger sejati, selalu berusaha agar dapat terus dan terus membuat artikel, meskipun hanya 1 postingan dalam 1 hari. Setidaknya ada yang dapat dibagikan kepada pembaca dengan harapan dapat memberikan manfaat, ide, ataupun pencerahan. Meskipun terkadang harus memeras otak, seorang blogger sejati akan terus berpikir bagaimana caranya agar artikelnya bisa menjadi bahan bacaan yang layak dan disenangi. Bisa dari segi kualitas isi konten, bahasa yang ringan, atau mungkin humor/lucu. Tetapi semua itu bisa terjadi dengan adanya totalitas menjadi blogger.


Totalitas... Siapapun ingin memberikan yang terbaik disetiap pekerjaannya, tak terkecuali dalam blogging. Tapi tak semua orang bisa melakukannya. Banyak faktor yang mempengaruhi hal ini. Meskipun tantangan selalu ada untuk dihadapi, tapi tak sedikit yang merasa terlalu berat untuk dilewati.

Bosan atau jenuh, hal yang kerap terjadi pada orang2 yang hanya bisa dan senang ikut2 an terhadap suatu tren atau suatu hal yang menurutnya menarik untuk sesaat. Pada saat titik jenuh sudah ditemui (terkadang tak membutuhkan waktu lama) maka akan ditinggalkannya begitu saja. Apakah sobat termasuk yang ini?


Putus asa, adalah ketika seorang blogger terlalu berharap bisa mendapatkan sesuatu dari blog yang dibuatnya, bentuknya bisa bermacam-macam. Tetapi ketika hasilnya tak sesuai dan apalagi masih terlalu jauh dari harapannya. Akan membuatnya merasa lelah dan selesai begitu saja.

Kehilangan dukungan, bahkan blogging sekalipun tetap membutuhkan dorongan dari orang terdekat. Tetapi ketika dukungan itu berubah menjadi hambatan, apa yang dapat kita lakukan?

Seperti yang kita ketahui, blogging tak mengenal waktu. Untuk membuat sebuah artikel bisa dilakukan hanya dalam hitungan menit saat kita sudah sangat tahu apa yang akan kita tulis. Tapi bisa memakan waktu berjam-jam karena harus mencari kata-kata yang tepat sebagai bahasa penyampai pada pembaca.

Mungkin kita bisa meluangkan waktu kita di sela-sela pekerjaan kita yang tak begitu sibuk untuk menulis beberapa kalimat. Tapi tak jarang pula kita harus "berlembur ria" hingga tak tahu lagi mana jam tidur, mana jam istirahat serta mana jam makan dan lain-lain, hanya untuk menyelesaikan sebuah artikel yang memang membutuhkan pemikiran yang cukup dalam. Meskipun pikiran sudah lelah tapi artikel harus terselesaikan (itu yang biasanya ada dalam benak seorang blogger).

Entah kita sadari atau tidak, tak semua orang di sekitar kita senang dengan cara kita ber blogging yang seperti itu, alasannya cukup banyak.

Waktu untuk mereka (keluarga) yang kita sia-siakan, akan membuat mereka "cemburu" hingga mereka menjadi tidak suka dengan aktivitas blogging yang kita lakukan.
Kesehatan, siapa yang tidak khawatir jika kita hampir atau bahkan selalu setiap malam begadang memelototi layar PC/Laptop, jam tidur berkurang bahkan mungkin masih ditemani oleh Kopi plus Rokok yang semakin memperparah kekhawatiran mereka akan kesehatan kita.


Pekerjaan, sudah bisa dipastikan dengan kurangnya jam tidur lambat laun akan membuat tubuh kita kekurangan stamina. Dan yang pasti hal ini akan mengganggu pekerjaan kita di siang harinya. Kecuali bagi yang sudah menjadikan Blogging sebagai profesi dan menghasilkan income yang melebihi pekerjaan sebelumnya.


Ini hanyalah Celotehan saya, yang bisa sobat baca ataupun sobat abaikan. Semua ini saya tuliskan bedasarkan pengamatan sederhana dan pengalaman pribadi yang ingin saya curahkan di lembar postingan ini.

Yang biasa saya lakukan untuk menghindari terjadinya "conflict" dalam keluarga adalah :

  • Mengistirahatkan sementara (biasanya tidak sampai 2-3 hari hehehe) aktivatas blogging saya. Lebih meluangkan waktu untuk mereka dan menjadikan jam malam sebagai hak mereka.
  • Jam blogging saya rubah menjadi pada pagi hari (setelah shalat subuh).
  • Meluangkan sedikit waktu di sela-sela istirahat kerja menggunakan aplikasi blogger di Hp Andro saya (lumayan untuk mencicil beberapa kata/kalimat)
  • Berdo'a agar mereka bisa mengerti tujuan dan harapan saya dengan membuat blog. Dan bisa selekasnya tujuan/harapan tersebut menunjukkan titik terang pencapaian agar bisa mendapatkan dukungan yang lebih dari mereka.


Apapun halangan dan rintangannya, masih terlalu berat bagi saya untuk tidak membuka blog saya meskipun hanya sekedar untuk membaca beberapa postingan yang mungkin perlu untuk direvisi.
Salam Pintar...

Berlangganan update artikel terbaru via email:

3 Responses to "Totalitas menjadi Blogger "

  1. This comment has been removed by the author.

    ReplyDelete
  2. Memang ya gan jika sudah hobi setidaknya harus ada sedikit pengorbanan hihi, tapi ttp yg utama itu keluarga

    www.rudindonesiaz.xyz

    ReplyDelete
    Replies
    1. benar sekali sob...
      bagaimanapun juga, hobi jangan sampai mengorbankan keluarga. Salam Blogger

      Delete

Terima kasih atas kunjungannya...
Pertanyaan, pendapat,serta saran dan masukan dapat sobat tuliskan pada kolom komentar yang tersedia. Harap menggunakan bahasa yang baik dan sopan.
Mohon maaf, segala bentuk SPAM dan mengandung unsur SARA akan kami hapus.

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel