Adblock Versus Adblock Killer

Adblock, Adblocker atau juga Adblock Plus. Sebuah aplikasi yang dapat memblokir segala bentuk iklan yang akan tayang dalam artikel yang sedang kita baca (blog ataupun web). Pun juga sebuah aplikasi yang menjadi "ancaman" bagi para publisher iklan, karena dapat mengurangi pendapatan dari blog yang mereka kelola. Hingga terjadilah Adblock versus Adblock Killer diantara Publisher dan Viewer.

Adblock versus Adblock KIller
Adblock vs Adblock Killer
Apa yang saya kemukakan hanyalah sebuah opini pribadi melalui kacamata kecil seorang blogger pemula, yang belum memiliki area pandangan sempit dan belum seluas kacamata para master. Tapi ya inilah hasil pemikiran saya, tanpa maksud menyalahkan maupun membela sebelah pihak.

1. Sobat adalah seorang viewer biasa, bukan seorang blogger apalagi sebagai publisher suatu layanan iklan. Yang senang mencari (tahu) berbagai hal melalui internet (browsing / googling), dan saya yakin bahwa sedikit atau banyak sobat telah dan bisa merasakan manfaat dari keberadaan web maupun blog yang sobat kunjungi dan baca. Cukup akui dalam hati saja...

Sobat merasa terganggu dengan beberapa iklan yang tampil pada halaman sebuah blog yang sobat buka. Saya sangat memaklumi keadaan ini sehingga sobat merasa harus mempertimbangkan untuk menggunakan Adblock agar tetap nyaman berselancar, mempelajari banyak hal tanpa adanya gangguan. Bisa dimaklumi...

2. Sobat adalah seorang blogger yang sekaligus publisher sebuah layanan iklan, seperti Google Adsense, Chitika, Adbrite, Clicksor dll. Berharap semua usaha dalam pembuatan setiap artikel (yang bermanfaat bagi pembaca) dapat memberikan hasil secara finansial sehingga sobat bisa terus produktif bahkan lebih.

Dengan adanya Adblock yang terpasang pada beberapa browser yang mungkin saja browser milik pengunjung setia blog sobat. Walhasil... Bisa dipastikan peluang mendapatkan "klik" adalah NOL (0). Lantas sobat memasang Adblock Killer agar pengunjung sudi kiranya mematikan/menonaktifkan aplikasi Adblock pada browsernya...

OH MY GOD... what the h**l is it???

Sepertinya ini hanya akan menjadi suatu rangkaian tangkis dan serang tanpa ujung, Adblock >> Adblock Killer >>> Lalu si Killer di kasih script anti Adblock Killer, dilawan pakai "killer" baru lagi, terus dan terus seperti itu...

Adblock versus Adblock KIller
Versus

Lama-lama mummy Fir'aun bisa bangun, bangkit dari kubur lalu bilang "CAPE' DEHH..."

Sobat-sobat saya saya yang super... (kayak Pak Mario Teguh ya saya, hehehe)

Menjadi yang manapun posisi sobat sekarang, publisher ataupun viewer. Mari kita sama-sama berpikir baik, coba kita lihat mereka yang telah menyajikan bacaan yang bagus, berkualitas dan bahkan bermanfaat bagi kita. Tidakkah mereka layak mendapatkan sesuatu untuk jerih payah mereka?

Harap diketahui!!! Membuat artikel bagus dan menarik saja susah, apalagi yang berkualitas. Saya sendiri belum tentu bisa lho... Saya sangat menghargai artikel-artikel yang seperti itu, saya salut untuk hasil penjelasan yang dapat membuat saya tertarik untuk terus menelan isi konten sampai habis dan dapat memberikan solusi bagi saya.

Kalaupun ada tampilan iklan yang tidak kita suka, cukup kita biarkan. Tidak perlu diklik iklannya, jika sobat tidak tertarik karena publisher yang berpraktik lurus tidak mengharapkan sebuah klik bantuan, yang mungkin saja berpotensi menjadi sebuah kesalahan (bahkan pelanggaran). Mudah bukan...

Bagi sobat-sobat saya yang memang ingin mendapatkan penghasilan dari iklan, saya bisa memahami bahwa bisnis periklanan online sudah bukan hal baru lagi serta dapat membantu agar blog sobat tetap terus ada (selain sebagai mata pencaharian tentunya). Saya pun seorang publisher layanan iklan...

Tetapi saya tidak menyalahkan mereka yang "terpaksa' harus menggunakan Adblock karena beberapa blog lebih mementingkan iklan daripada konten. Tak sedikit blog yang tampilan halamannya didominasi oleh iklan. 30% konten sisanya adalah iklan, bahkan melayang menghalangi pandangan dari konten seharusnya. Saya sendiri sangat tidak menyukai blog seperti ini meskipun saya seorang publisher.

Dan akhirnya, saya hanya bisa mengajak sobat-sobat saya untuk bisa lebih arif dan bijak dalam berpikir, demi kebaikan dan kenyamanan bersama. Simbiosis Mutualisme, pelajaran sewaktu SD pun saya sebutkan untuk artikel ini. Viewer mendapatkan pencerahan yang mereka cari, dan publisher mendapatkan "hasil" dari pemikiran mereka yang terkadang sampai lembur hingga pagi. Karena memang diantara keduanya seharusnya bisa saling menghargai.
Salam Pintar...

Berlangganan update artikel terbaru via email:

4 Responses to "Adblock Versus Adblock Killer"

  1. Trimakasih artikelnya bermanfaat... Memang sangat mengganggu iklan tsb tp disisi lain kita juga butuh kenyamanan untuk mendapatkan info.

    ReplyDelete
  2. Memang seharusnya ada rasa saling menghargai antara blogger dan user/viewer.
    Saya sendiri suka risih kalau liat iklan numpuk di satu halaman, ditambah lagi iklan pop up dan melayang.
    Semoga semua pihak bisa saling menguntungkan

    ReplyDelete
  3. Are you trying to earn cash from your websites or blogs with popup ads?
    In case you are, did you ever use EroAdvertising?

    ReplyDelete
  4. If you're looking for a good contextual ad company, I suggest you take a look at ExoClick.

    ReplyDelete

Terima kasih atas kunjungannya...
Pertanyaan, pendapat,serta saran dan masukan dapat sobat tuliskan pada kolom komentar yang tersedia. Harap menggunakan bahasa yang baik dan sopan.
Mohon maaf, segala bentuk SPAM dan mengandung unsur SARA akan kami hapus.

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel