Dunia ini semakin gila

Apa kabar dunia kita.Entah ini menurut saya sendiri atau memang banyak yang berpendapat sama. Dunia ini semakin "GILA" dan untuk kata-kata lainnya terserah nyebutnya apa. Yang jelas bagi saya adalah... semakin terbalik tatanan yang sudah seharusnya.

Bukan maksud saya menghakimi, bukan pula mau sok suci. Karena saya sendiri masih sangat banyak yang perlu diperbaiki.

Saat seseorang sedang dalam keadaan bersalah, bukan kata maaf yang terucap. Tetapi sibuk mencari alibi, atau mungkin sedang mencari siasat untuk membenarkan kesalahan itu. Tak jarang malah berbalik menyalahkan yang lainnya (sebelum dia disalahkan, hehehe..).Dan yang terjadi adalah, banyak orang yang semakin pandai berargumentasi...

Jika saya tanyakan hal ini, cari jawabannya di hati sobat sekalian, dan perhatikan kenyataan yang ada di sekeliling sobat. Berapa banyak istri yang telah menjadi "kepala rumah tangga"? Dan suami yang bak kerbau dicocok hidungnya?

Banyak alasan untuk hal ini, bisa karena faktor ekonomi (sang istri lebih besar penghasilannya), bisa jadi karena atas nama cinta, dan alasan lainnya yang mungin terkadang bikin geleng kepala.

Tapi apapun alasan itu, tak dapat membenarkan situasi yang ada. Bagaimanapun juga, imam adalah imam dan tak bisa berubah menjadi makmum.

Tapi tak berarti juga sebagai lelaki bisa seenaknya (mentang-mentang sebagai kepala rumah tangga). Ada tanggung jawab besar dibalik predikat "kepala", ada tugas berat yang harus diemban setiap pria. Dan wanitanya adalah pendukung yang setia, pemberi semangat agar tugas berat bisa lebih ringan terasa.

Lihat lagi di lingkungan kita, berapa banyak pendosa yang bisa begitu santainya dengan perbuatannya, bahkan terkesan bangga. Rasanya sulit membayangkan dunia tanpa mereka, atau kita juga bagian dari mereka.

Ah... semakin pusing memikirkannya...

Dunia yang ada lebih dikuasai oleh materi, dimana manusia lebih mendewakan harta daripada cinta, cinta hanya untuk mereka yang gila. Tapi siapa sebenarnya yang gila?

Ada kata-kata yang masih saya ingat dengan jelas di kepala saya.
 
"Jaman sekarang jaman edan, kalau nggak ikut edan ya nggak kebagian"

Saya memikirkan kata-kata ini, tidak kebagian apa? Tidak kebagian jaman atau tidak kebagian jadi edan? Salahkah apa yang saya pertanyakan?

"Jeruk makan jeruk"
Istilah yang dipopulerkan oleh Joshua ini pun banyakbyang menjadi kenyataan saat ini. Dimana kaum Nabi Luth AS kembali eksis dan diakui dibanyak belahan dunia. Iya apa iya? Sobat lebih tahu jawabannya...

Banyak negara yang telah terang-terangan membela hak-hak mereka yang mempunyai orientasi s*** seperti ini. Dimana manusia lebih menyukai yang sejenisnya. Tuhan menciptakan kita dengan "perangkat" yang sudah disetting peruntukannya. Tangan, kaki, kepala, pundak hingga "anda tahu maksud saya".

AU AH LAPPP...

Kita hanya perlu menyadari bahwa tak ada yang sempurna di dunia yang juga tak sempurna ini. Tetapi kita tetap harus berusaha sebaik mungkin untuk mendekati kesempurnaan itu. Hanya dengan bisa menerima keadaan kita dan siapa saja di sekitar kita, terutama orang terdekat kita. Langkah untuk mencapai perbaikan bisa menjadi lebih mudah.

Saling mendukung dan membantu, saling mengingatkan dan menasehati, serta saling berbagi dan saling memperbaiki. Selalu dengan senyuman, bersama kita perbaiki kualitas hidup kita, di segala aspek selalu bersama. Mungkin ini hanya rangkaian kata penuh bualan yang keluar dari isi otak saya. Tapi coba fikirkan, layak atau tidak untuk direnungkan?

Ini hanyalah celotehan seorang manusia biasa, yang tak bisa berhenti berpikir tentang realita yang ada dan semakin banyak jumlahnya. Pun sebagai pengingat bagi saya, bahwa masih banyak dosa yang melekat pada diri saya. Dan berharap setiap orang yang mengenal saya, dapat memberikan senyum mereka dan memaafkan kesalahan-kesalahan saya.
Salam Pintar...

Berlangganan update artikel terbaru via email:

2 Responses to "Dunia ini semakin gila"

  1. heehehe kayaknya bukan dunianya yang gila tetapi akal dan sifat manusianya yang terkadang hanya mementingkan hawa nafsunya,serakah,tamak dan gila akan kenikmatan yang hanya sementara.salam silaturrahmi buat admin

    ReplyDelete
  2. Wa'alaikum salam...
    Betul kang Syafar sifat dan akal manusia sudah semakin susah untuk mengikuti garis yang telah dtentukan _ Nya, mereka lebih mempercayai apa yang terlihat oleh mata kasar biasa. Dan jalan berpikir manusia terus berkembang, tetapi sangat disayangkan karena arah perkembangan itu lebih banyak yang menyimpang. Sudah dipastikan kiamat terus mendekat, tetapi kita masih bisa berusaha memperlambat "jalannya" kiamat menuju kita.

    ReplyDelete

Terima kasih atas kunjungannya...
Pertanyaan, pendapat,serta saran dan masukan dapat sobat tuliskan pada kolom komentar yang tersedia. Harap menggunakan bahasa yang baik dan sopan.
Mohon maaf, segala bentuk SPAM dan mengandung unsur SARA akan kami hapus.

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel