Benarkah kita mencintainya

Wajah tampan nan rupawan dan cantik jelita, adalah daya tarik yang (jujur) tak bisa dipandang sebelah mata. Bagaimanapun usaha yang kita lakukan, akan sangat sulit untuk memalingkan pandangan yang sudah terlanjur terpana. Tapi benarkah kita mencintainya???

Mata kita sering tertipu, karena apa yang kita lihat belum tentu benar adanya. Berawal dari rasa kagum, beranjak menjadi suka, perlahan tapi pasti kita mulai mencintainya. Kita jatuh cinta karena mata kita.

Sebuah hubungan terjalin, menghubungkan dua hati menjadi satu dalam sebuah ikatan. Sehari dua, berganti menjadi minggu, lalu bulan dan tahun pun menjadi masa-masa bersama. Satu persatu jati diri mulai terbuka, terlihat, terasa dan akhirnya menentukan hati kita.

Saat kita mendapatinya begitu tampan atau cantik hatinya, bersyukurlah kita. Bukankah ini sebuah kombinasi yang sangat sempurna. Karena dengan hati yang anggun dan mulia indah bukanlah mimpi, damai bukanlah hayalan belaka dan kebahagiaan bukanlah hal yang mustahil tuk dimiliki.

Dan sebaliknya, ketika hatinya tak setampan dan secantik parasnya. Sebuah kesadaran "menyentak dan memukul" hati dan fikiran kita. Sekali lagi, mata kita sering tertipu... Dimanakah impian yang telah membius kita? Kemana perginya kedamaian yang selalu kita dambakan? Dimanakah letak kebahagiaan yang ingin kita rasakan?

Pintar, pandai adalah kata yang selalu diagungkan dari masa ke masa. Setiap orang berharap menjadi dan mendapatkan seseorang yang seperti itu. Apakah benar hal itu dapat menjamin masa depan bahagia?

benarkah kita mencintainya

Masih teringat jelas pesan dari seseorang yang begitu dekat dihati saya, salah satu pemberi kehangatan jiwa di masa kecil saya.

"Carilah orang yang mengerti, bukan orang yang pintar"

Sebuah kalimat sederhana, tapi sangat sarat akan makna. Sebuah kalimat yang sangat pendek tapi berharga untuk masa yang panjang bahkan selamanya.
Berapa banyak orang pintar yang sering menyakiti?
Berapa banyak orang pintar yang lebih memikirkan kesenangannya diatas kebahagiaan bersama?
Berapa banyak orang pintar yang hanya tahu tentang impiannya dan sama sekali tidak mamahami impian bersama?

Orang yang mengerti lebih mementingkan tentang orang lain dibandingkan dirinya, lebih memikirkan kewajibannya diatas haknya, berbahagia dengan kebahagiaan orang dikasihinya.

Bukankah terasa indah jika kita bisa menjadi pribadi yang mengerti dan pengertian?

Mari kita tanya hati kita masing-masing, dimanakah letak kita berada... Apakah kita orang yang hanya pintar? Ataukah kita orang yang mengerti? Atau kita menjadi orang pintar yang penuh pengertian?
Salam Pintar...

Berlangganan update artikel terbaru via email:

0 Response to "Benarkah kita mencintainya"

Post a Comment

Terima kasih atas kunjungannya...
Pertanyaan, pendapat,serta saran dan masukan dapat sobat tuliskan pada kolom komentar yang tersedia. Harap menggunakan bahasa yang baik dan sopan.
Mohon maaf, segala bentuk SPAM dan mengandung unsur SARA akan kami hapus.

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel