Membahas Tuntas Pompa Injeksi In Line

Sobat-sobat saya pasti sudah tahu kan, bahwa Pompa Injeksi terbagi dari beberapa tipe. Ada tipe In Line, ada pula tipe Distributor (VE) dan adalagi yang disebut dengan Common Rail. Pada postingan ini saya ingin mencoba membahas tuntas pompa injeksi in line, karena tipe ini adalah yang paling banyak digunakan pada mesin diesel. Dari jaman awal pompa injeksi komersil ada hingga sekarang.

Ada beberapa bagian utama yang dapat sobat ketahui pada gambar yang akan saya sajikan di bawah. Pompa injeksi In Line adalah pompa injeksi dengan kontruksi sebaris yang menggunakan satu plunger untuk melayani setiap silindernya, jadi jika mesin menggunakan silinder berjumlah 6 maka sudah pasti pompa injeksi yang digunakan pun memakai 6 plunger untuk pendorong bahan bakar ke dalam ruang bakarnya.

Sobat bisa lihat gambar di bawah ini


http://kendhou.blogspot.co.id/2016/01/tentang-pompa-injeksi-in-line.html

Beberapa komponen utama yang saya jelaskan berikut ini adalah :

1. Camshaft

Biasa disebut juga sebagai Noken As, yang bekerja dengan berputar seiring putaran mesin dan berfungsi untuk mendorong plunger sesuai firing order dengan rangkaian yang sedemikian rupa, agar plunger dapat menendangkan bahan bakar bertekanan tinggi ke unit nosel.

Kasus yang sering terjadi pada part ini adalah mulai ausnya bubungan atau tonjolan nok penekannya, solusi paling tepat adalah dengan mengganti menggunakan camshaft baru. Tapi jika belum ingin menggantinya, sobat dapat menaikkan derajat timing pembakaran pompa injeksi, cara ini untuk mengejar ketertinggalan pompa injeksi menembakkan bahan bakar pada saat TMA silinder mesin.

Kasus lainnya adalah telah longgar atau kocaknya bearing yang terpasang pada camshaft. Jika memang belum terlalu kocak dan sobat ingin mengakalinya, tambahkan ring tipis pada bagian antara bearing dengan camshaft. Trial and error sampai ditemukan ukuran ring yang pas.

2. Tappet

Sebagai penghubung antara Camshaft dengan plunger, menggunakan roll di bagian bawah untuk menghindari terjadinya gesekan kasar antara tappet dengan nok pada camshaft.

Bagian ini jarang mengalami kerusakan, sekalipun terjadi kemacetan yang mengakibatkan tappet tidak dapat bergerak naik turun menekan plunger. Kerusakn terjadi bukan pada tappet, tetapi pada lobang dimana tappet dipasang. Periksa adanya cacat pada lobang tersebut.

3. Plunger

Bagian ini tidak perlu saya bahas disini, karena sobat dapat menemukan penjelasan yang lebih detail di artikel tentang plunger yang pernah saya posting sebelumnya.

4. Governor

Tentang governor pun pernah saya bahas pada artikel saya pada awal-awal saya membangun blog ini. Sobat dapat membaca pada halaman Governor yang telah menjelaskan gambaran awal tentang part ini.

Kita akan membahas beberapa kasus yang bisa saja kita temui karena masalah pada governor pompa injeksi.

Kasus pertama, mesin langsung berputar sangat tinggi ketika dihidupkan dan tidak dapat dimatikan menggunakan tuas choke. Bisa dibilang seolah-olah mesin ngegas sendiri. Periksa mur kancing pada camshat yang mengikat governor pada camshaft tersebut. Biasanya mur tersebut kendur atau terlepas, kencangkan kembali.

Mesin lambat kembali ke putaran stasioner (langsam) setelah digas, hal ini terjadi akibat setelan governor (RPM) yang terlalu banyak. Hal ini kerap terjadi pada governor sentrifugal jenis RS, seperti yang terdapat pada Fuso Mitsubishi FM (odong-odong)

Mesin sangat kering dan "galak" tetapi harus digas saat menghidupkan (meskipun dengan sedikit menginjak pedal gas) dan susah hidup jika pedal gas tidak diinjak. Ini dikarenakan setelan penekan spring governor (jenis RQ) terlalu banyak (menekan), kurangi setelannya.

Masih pada tipe RQ, karet damper (rubber) yang sudah keras (mati) bisa mengurangi performa mesin, yaitu pada angkatan tenaga. Damper memberikan bantuan tenaga berupa sentakan atau "sodokan" awal yang responsive dengan injakan kaki pda pedal gas. Ganti damper yang keras dengan yang baru, tidak bisa diservis.

Mesin tidak bisa langsam, dengan asap putih dari knalpot yang terus keluar. Hal ini biasa terjadi pada pompa injeksi dengan Governor Pneumatic. Periksa membran atau diaphragmnya, ada kemungkinan retak bahkan sobek. Jika diaphragm masih bagus, periksa keempat baut yang terpasang pada tutup diaphragm, kencangkan kembali agar tidak ada celah udara antara tutup (cover) dengan pompa injeksi.

5. Control Rack dan Control Sleeve

Dua part ini saya jadikan satu karena merupakan satu kesatuan yang tidak bisa dipisahkan. Meskipun dengan bentuk yang berbeda (pada tipe lama dengan RLD) tetapi menggunakan cara kerja yang sama.

Untuk pompa injeksi In Line biasa, perhatikan jumlah gigi control sleeve yang tersisa di sisi kiri dan kanan ketika rack dipentokkan (kekiri dan kanan). Samakan antara Control Sleeve yang satu dengan yang lainnya.  Harus dengan umlah hitungan yang sama.

Control Rack jarang mengalami masalah, meskipun begitu masih ada kemungkinan tdak bisa lancar bergerak (maju mundur) karena bengkok. Sebaiknya lakukan penggantian karena jika diluruskan secara manual belum bisa menjamin batang pengatur ini lurus 100%.

Selanjutnya kebersihan part sebelum pemasangan, karena hal ini sangat mempengaruhi kinerja kedua alat ini. Kotoran yang tersisa dapat mengganjal antara gigi pada Control Rack dengan gigi pada Control Sleeve.

6. Feed Pump

Sumber asupan "makanan" bagi pompa injeksi, karena unit inilah yang menyalurkan bahan bakar dari tangki menuju ruang penginjeksian. Sisten kerjanya tak jauh bebeda dengan pompa pada umumnya, mensupplai bahan bakar dan menutup rapat pintu kembali bahan bakar ke dalam tangki.

Hal-hal yang harus diperhatikan pada feed pump adalah, klep (mata kucing) yang terdapat didalamnya. Pastikan semua klep (karena beberapa pompa memiliki konstruksi yang berbeda-beda) dalam keadaan rata dan dapat menutup rapat ketika berhenti bekerja. Ini untuk menjamin pompa akan bekerja dengan optimal ketika digunakan.

Lalu ada piston pompa, jika piston ini mengalami keausan dapat mengakibatkan tercampurnya solar ke dalam oli mesin. Bisa juga disebabkan seal yang terdapat pada tangkai pendorong antara piston dengan tappet feed pump telah rusak. Dan yang paling parah adalah silinder tepat dimana piston berada juga mengalami keausan ataupun cacat.

Sebenarnya masih ingin melanjutkan tulisan ini, tapi sayangnya mata ini sudah tidak dapat menahan rasa kantuk Sob. Jadi saya harus mengakhiri dulu artikel ini dan sobat bisa membaca kelanjutannya di artikel berikutnya.
Salam Pintar...

Berlangganan update artikel terbaru via email:

0 Response to "Membahas Tuntas Pompa Injeksi In Line"

Post a Comment

Terima kasih atas kunjungannya...
Pertanyaan, pendapat,serta saran dan masukan dapat sobat tuliskan pada kolom komentar yang tersedia. Harap menggunakan bahasa yang baik dan sopan.
Mohon maaf, segala bentuk SPAM dan mengandung unsur SARA akan kami hapus.

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel