pincang pada mesin diesel

Mungkin saya sudah cukup banyak membahas tentang apa yang ada dalam artikel ini di beberapa postingan lama saya. Tetapi dikarenakan masih ada beberapa sobat dan pelanggan yang sering menanyakan dan bahkan salah memahami gejala pincang pada mesin diesel atau mobil mereka. Maka saya akan mencoba untuk menjelaskan kembali khusus mengenai hal ini pada postingan ini.

"Pincang" adalah kondisi dimana suara mesin tidak bisa berbunyi dengan putaran yang rata dan tenang baik itu saat stasioner atau langsam, gas tanggung hingga pada putaran tinggi. Beberapa kasus "pincang" berbunyi dengan tempo lebih lambat / jarang dan beberapa lainnya lebih rapat / cepat dan biasa kita sebut dengan istilah Mbrebet.

http://kendhou.blogspot.co.id/2017/12/pincang-pada-mesin-diesel.html

Kita coba kupas satu persatu...

Pincang Pada Saat Idle (Langsam)

Kita asumsikan bahwa mesin dalam keadaan bagus, tidak "ngobos" alias kompresinya bocor akibat Ring seher aus atau bahkan boring / liner yang aus. Hal yang pertama kita peiksa adalah Nosel dengan alasan efisiensi, pertimbangannya sederhana yaitu biaya bongkar pasang plus cek / test yang relatif murah dan waktu yang lebih singkat. Kecuali jika memang ada nosel yang harus diganti maka akan ada penambahan pengeluaran.

Kedua periksa debit minyak (Untuk tipe VE atau Rotary), ketika debit minyak terlalu irit maka pembakaran pada saat idle kurang sempurna dan hal ini dapat mengakibatkan putaran mesin kurang normal pada rpm tersebut. Tambahkan / boroskan sedikit sampai ada asap hitam tipis yang keluar dari knalpot.

Ketiga adalah klep mesin, komponen ini adalah pintu utama bagi udara yang hendak masuk ke dalam ruang bakar dan keluar ke knalpot. Jika ada yang bocor maka kompresi pada ruang bakar pun ikut turun tekanannya. Turunkan deksel / cilinder cup untuk diperiksa semua bagian mulai dari klep hingga sitting klep.

Pada beberapa kasus terjadi pada pompa injeksi, hal ini bisa disebabkan oleh Spring Rotor Head yang patah (Isuzu Panther 2,5), Stanggas aus pada lobang Spring Tension Lever (IP 2,3) dan posisi Top yang kurang tepat.

Pincang Pada Saat Gas Tanggung

Penyebab utama adalah Pompa Injeksi (In Line) dimana debit minyak pada masing-masing Plunger sudah tidak sama / rata. Jika memang pulnger masih dalam keadaan sehat wal afiat maka kalibrasi ulang PI untuk meratakan kembali debit minyak yang keluar. Jika memang aus maka lakukan langkah penggantian.  Kita masih beranggapan bahwa mesin dalam keadaan bagus.

Pada PI Rhino 115 (14B) pincang/mbrebet pada rpm ini bila berkelanjutan hingga rpm tinggi dengan disertai keluarnya asap putih dari knalpot. Maka saran tebaik adalah periksa As (Shaft Drive) dan Camplate pada PI, besar kemungkinan kedua komponen sudah "kena" bahkan Kopling ( penghubung keduanya ) pun bisa jadi ikutan minta diganti.

Pada Mitsubishi Colt Diesel dan PI sejenisnya, bisa disebabkan oleh Spring Start / Spring Fleiweight yang putus atau lepas. Pincang yang terasa adalah dengan tempo lambat dan sering tidak beraturan. Pada beberapa kasus sudah terasa dari idle hingga putaran tinggi.

Pincang pada RPM tinggi

Bahan bakar yang tidak lancar, bahkan beberapa disertai asap putih. Periksa semua jalur supply bahan bakar mulai dari dalam tangki hingga filter solar. Untuk yang menggunakan selang dengan anyaman kawat bagian luarnya, periksa selang tersebut apakah masih normal lobang selangnya atau sudah menyempit.

Timing yang kurang tepat pun bisa mengakibatkan hal ini, bisa ditandai dengan suara mbrebet juga disertai dengan asap putih dari knalpot dan suara mesin yang terdengar "basah". Bahkan ada yang proses hidupnya mesin menjadi susah. Naikkan Timingnya jika memang kuarang atau bahkan terbalik settingannya.

Untuk yang masih menggunakan nepel out (pembuangan) ke tangki dengan pelor / gotri. periksa apakah gotri sudah aus atau bahkan mungkin tidak terpasang.

Klep yang bocor, biasanya disertai suara-suara "ledakan / nembak-nembak" dari knlapot, bahkan beberapa kasus klep yang sudah semakin parah dapat mengeluarkan api (sesekali) dari knalpot disaat mbrebet.

Supply udara yang tidak lancar, periksa terlebih dahulu Filter Udara, kemudian selang penghubung antara Filter Udara dengan manifold pada deksel. Pada mesin Fuso FM selangnya adalah berupa kain dengan uliran kawat di dalamnya, sering terjadi kain pada bagian dalam selang telah mengelupas sehingga menutup jalur udara. Jika selang yang terbuat dengan bahan karet, periksa bagian dalamnya karena beberapa selang pihak produsen kurang teliti pada saat finishing sehingga ada "dinding karet" pada bagian dalam yang belum dikerok / buang.

Selain beberapa penyebab diatas, periksa selalu kondisi mesin terlebih dahulu. Jika memang mesin sudah "ngobos" maka sebaiknya diservis terlebih dahulu sebelum melangkah ke proses-proses yang lainnya.

Hal-hal lain

Ada beberapa kasus yang dianggap "mbrebet" padahal bukan, sehingga istilah itu menjadi kurang tepat. Seperti kotornya filter halus pada jalur masuk bahan bakar PI (Mitsubishi Kuda, For Ranger, Toyota Kijang, Rhino 115 dll) dan ada juga yang di dalam Barel Rotor Head (IP 2,3), hal ini menyebabkan mesin tidak bisa digas dan hanya sanggup berputar hingga RPM tertentu. Persis dengan patahnya Spring Rotor Head. pada IP 2,5.

Ada satu kasus yang unik, dimana mesin mobil normal ketika tidak ada beban (Transmisi Netral) tetapi mobil tersendat-sendat (nyendal-nyendal, loncat-loncat dan istilah-istilah lainnya) ketika sudah mulai jalan (Gigi transmisi dimasukkan). Hal ini bisa disebabkan karena diameter Plunger pengganti yang tidak sesuai dengan aslinya. Seperti halnya pada Colt Diesel PS 100 generasi pertama (Tahun 1984-1987) yang menggunakan plunger PS 120.

Untuk beberapa kasus yang lain yang tidak / belum saya masukkan pada tulisan diatas dapat sobat tuliskan di kolom komentar di bawah. Semoga artikel ini dapat memberikan manfaat bagi sobat-sobat sekalian dan...
Salam Pintar...

Berlangganan update artikel terbaru via email:

0 Response to "pincang pada mesin diesel"

Post a Comment

Terima kasih atas kunjungannya...
Pertanyaan, pendapat,serta saran dan masukan dapat sobat tuliskan pada kolom komentar yang tersedia. Harap menggunakan bahasa yang baik dan sopan.
Mohon maaf, segala bentuk SPAM dan mengandung unsur SARA akan kami hapus.

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel