cara setel nosel mesin diesel

Nosel adalah istilah yang digunakan secara umum oleh orang Indonesia, nama aslinya adalah Nozzle dan beberapa orang lainnya menyebutnya Noksel dan ada juga yang menyebut dengan istilah Nojel / Nozel. Tapi bagi kita itu bukanlah permasalahan serius karena kita tetap dapat memahami maksudnya meskipun dengan istilah yang berbeda-beda. Saat ini saya ingin membahas tentang cara setel nosel mesin diesel yang benar.

Apa itu Nosel / Nozzle?
Sebagai penjelasan pembuka, nosel dapat disebut juga sebagai injector pada sistem kerja mesin diesel karena berfungsi sebagai "penyuntik" bahan bakar yang dipompa dengan tekanan tinggi oleh plunger di dalam pompa injeksi ke dalam ruang bakar mesin dalam bentuk kabut sehingga mudah terbakar oleh kompresi mesin diesel yang sangat tinggi. Menurut saya akan lebih tepat jika sobat membaca kembali artikel-artikel di bawah ini agar lebih jelas dalam memahami part yang satu ini.


Kita lanjut topik pembahasan kita ya sob....
Disruput dulu kopinya biar santai dan tenang bacanya, sedap...

Saya anggap nosel sudah terlepas atau tercabut dari silider cup (deksel) mesin dan siap untuk check up. Langkah selanjutnya adalah melihat keadaan nosel apakah baik-baik saja alias normal atau malah sebaliknya, harus diobati bahkan harus diganti dengan organ baru (nosel). Kita akan tahu hasil diagnosa setelah kita menggunakan alat penting di bawah ini dan namanya adalah Nozzle Tester.

https://kendhou.blogspot.co.id/2018/02/cara-setel-nosel-mesin-diesel.html

Nozzle tester bisa ditemui di semua bengkel pompa injeksi dan beberapa bengkel mesin yang bisa sekaligus menyetel nosel. Bisa dikatakan cukup mudah untuk menemukan alat ini di saat sekarang ini karena sudah banyak yang memilikinya, meskipun bukan bengkel spesialis injection pump. Tapi meskipun terlihat sederhana, tapi bukan berarti mudah menggunakannya secara baik dan benar. Butuh proses pembelajaran dan pengalaman karena beberapa Tester memiliki karakter yang berbeda sehingga tidak semua orang bisa langsung mahir mengoperasikannya.

Sekarang kita pasangkan nosel pada nozzle tester, pastikan tidak ada kebocoran sama sekali diantara selang dan nosel yang terpasang. Pompa tester dan perhatikan sambungan kedua bagian itu, Tidak boleh ada rembesan solar sedikitpun.
Selanjutnya, bagaimana cara mengetahui nosel dalam keadaan baik atau tidak?

Nosel bisa dianggap bagus jika

1. Pengabutannya bagus

Ketika dilakukan pemompaan dengan tester, lobang penyemprot dapat menyemburkan bahan bakar (solar) dalam bentuk kabut, bukan semburan solar cair biasa atau biasa diistilahkan sebagai "kencing". Ini adalah syarat mutlak bagi sebuah nosel agar terjadi pembakaran matang pada mesin.

2. Jarum penunjuk tenang

Jarum penunjuk tekanan pada tester turun dengan tenang atau bahkan seolah tidak mau turun saat tester tidak dipompa. Ini menandakan bahwa nosel dapat menahan solar di dalam pool dengan baik. Jika jarum turun dengan cepat maka nosel butuh perbaikan atau bahkan penggantian.

3. Semua lobang penyemprot bagus

Ada beberapa macam lobang penyemprot sesuai jumlahnya (4,5 dan 6) pada nosel tipe multiple hole. Saat menggunakan tester, pastikan semua lobang mengabutkan solar dengan sama besarnya, jika ada lobang yang menyemprotkan bahan bakar dalam ukuran yang kecil ada kemungkinan kerak atau kotoran menutupi lobang tersebut.

Langkah perbaikan

1. Gunakan Metal Polish (Autosol, Brastosol dan sejenisnya) untuk menghilangkan kerak yang terdapat pada jarum nosel, ini bertujuan agar pemampatan diantara jarum nosel dan body bisa maksimal. Jika diperlukan bersihkan juga bagian dalam body menggunakan jarum dengan metal polish. Caranya dengan memutar jarum di dalam body nosel. Jika sudah melakukan tips ini tapi nosel tetap "ngencing" maka langkah penggantian adalah solusi terbaik.

Catatan : sebagai saran dari saya, sebaiknya gunakan metal polish tipe pasta, bukan yang cair.

2. Gunakan jarum (peniti atau jarum pentul) yang sudah diperkecil ujungnya (digrinda) untuk membersihkan kerak atau kotoran yang menyumbat lobang penyemprot. Jarum harus digrinda karena ukuran lobang penyemprot sangat kecil (kecuali tipe single hole), lakukan pembersihan dengan arah jarum harus lurus untuk mencegah jarum yang sudah kecil patah di dalam lobang.

Sekarang nosel sudah dalam keadaan sehat wal afiat, langkah apalagi yang harus dilakukan?

Ini adalah tahap terakhir dari penyetelan nosel yang benar, yaitu mengukur tekanan nosel pada tester. Nosel yang bagus akan memberikan kemudahan bagi kita dalam mengukur tekanannya. Jika takanan kurang dari ukuran seharusnya maka tambahkan dan begitu juga sebaliknya.

Ada dua cara untuk menaikkan tekanan nosel, semua tergantung dari jenis nosel yang disetting. Jika nosel menggunakan sekrup pengatur, maka cukup memutar sekrup ke dalam (sesuai arah jarum jam) untuk menambahkan tekanan, putar ke arah sebaliknya jika ingin mengurangi tekanannya. Contohnya adalah nosel Mitsubishi Fuso (FM, Fighter), Isuzu Panther 2,3 dan Ford MF.

Jika nosel yang disetel tidak menggunakan sekrup pengatur, maka harus dibongkar lalu menambahkan ring pada spring penekan untuk menambah tekanan. Dan kurangi ring jika ingin mengurangi tekanannya. Jika tidak ada ring tambahan selain ring aslinya, maka kurangi sedikit demi sedikit panjang per penekan sampai tekanan pas. Contohnya adalah nosel Mitsubishi Colt Diesel (PS 100 / 120 / dan Canter), L300, Isuzu Panther 2,5 dan Toyota Kijang.

Berapa tekanan ideal untuk nosel?
Jawabannya adalah bermacam-macam, semua sesuai dengan tipe nosel yang disetel.

Tipe Single Hole rata-rata ideal tekanannya berkisar antara 100 - 125 pada jarum penunjuk nozzle tester
Tipe Multiple Hole rata-rata tekanan yang ideal berada di angka 180 - 210 pada jarum penunjuk nozzle tester.
Untuk nosel Alat Berat, dan Traktor tekanan yang ideal adalah 160 - 180.

Kenapa saya tidak memberikan angka yang pasti tapi kisarannya?
Karena penyetelan tekanan nosel juga harus disesuaikan dengan keadaan Pompa Injeksi pada mesin, jika memang PI masih dalam keadaan normal maka menggunakan tekanan tertinggi pun tidak menjadi persoalan. Tetapi jika PI atau bospom sudah kurang bagus keadaanya maka jangan memaksakan tekanan tinggi pada nosel yang digunakan karena daya pompa plunger sudah melemah dari yang seharusnya.

Sepertinya cukup penjelasan dan tips mengenai cara setel nosel mesin diesel yang dapat saya bagikan di dalam artikel saya kali ini. Semoga dapat bermanfaat bagi sobat-sobat saya sekalian, jika ada yang masih ingin ditanyakan dapat sobat tuliskan di kolom komentar di bawah. Akan saya jawab semampu saya dan akhirnya, sampai ketemu lagi di artikel-artikel selanjutnya...
Salam Pintar.....

Berlangganan update artikel terbaru via email:

0 Response to "cara setel nosel mesin diesel"

Post a Comment

Terima kasih atas kunjungannya...
Pertanyaan, pendapat,serta saran dan masukan dapat sobat tuliskan pada kolom komentar yang tersedia. Harap menggunakan bahasa yang baik dan sopan.
Mohon maaf, segala bentuk SPAM dan mengandung unsur SARA akan kami hapus.

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel