Tips kalibrasi pompa injeksi diesel

Sebuah tahapan penting dari service atau memperbaiki pompa injeksi adalah kalibrasi, di beberapa daerah lebih dikenal dengan istilah tes injeksi. Ini adalah tahapan penyetelan pompa injeksi yang hasil akhirnya akan sangat berpengaruh pada keadaan hidup mesin diesel, jika salah dalam penyetelan maka mesin pun menjadi tidak normal sebaik apapun pemasangan semua "organ dalam" PI, bahkan jika semua part diganti baru sekalipun. Dan saya akan memberikan tips kalibrasi pompa injeksi diesel pada artikel kali ini.

https://kendhou.blogspot.co.id/2018/02/tips-kalibrasi-pompa-injeksi-diesel.html
Pada awal-awal saya membuat blog ini, sebenarnya sudah ada artikel serupa yang juga membahas tentang cara kalibrasi. Lalu terpikir untuk membuat artikel ini dikarenakan ada sobat kita dari Pekanbaru yang bertanya tentang urutan langkah-langkah dalam melakukan kalibrasi pompa injeksi. Maka saya buat kembali artikel tipsnya lebih detail dari sebelumnya dengan harapan dapat bermanfaat bagi sobat-sobat yang mengalami hal yang sama.
Baca juga : kalibrasi injeksi ala Ken
Karena kita akan membahas prosedur kalibrasi, saya anggap pemasangan semua komponen Injection Pump sudah selesai dan siap naik ke meja operasi (Test Bench) dengan catatan :

> Semua komponen terpasang dalam keadaan bersih (tidak boleh ada kotoran atau gram / serbuk logam yang menempel)
> Semua sudah disetting dengan tepat / sesuai (Governor, Control Sleeve, Ring tappet dan lain-lain)
> Semua nosel sudah disetel pada ukuran tekanan yang seharusnya
> Operator test bench sudah mandi dan ganteng / cantik (bercanda kok he he he....)

Langkah pertama setelah Pompa Injeksi terpasang pada mesin tes (Test Bench) adalah menentukan arah putaran mesin tes sesuai dengan PI yang akan dikalibrasi. Caranya cukup mudah, pada PI terdapat kode pompa dengan gabungan huruf dan angka dan perhatikan huruf-huruf yang ada. Jika ada huruf R yang tertera pada kode pompa PI maka arah putarannya adalah kanan (Right) dan bila yang tertera adalah L berarti arah putaran PI adalah kiri (Left)

Sekarang nyalakan pompa bahan bakar untuk mengisi PI, kendurkan nipel Out (pengembalian / pembuangan) yang kearah tangki untuk mengeluarkan angin yang ada di dalam PI. Beberapa PI tidak menggunakan nipel Out (contohnya adalah Mitsubishi FE) kendurkan saja baut penutupnya. Jika sudah tidak ada angin dan hanya solar yang keluar segera kencangkan dan jangan sampai ada kebocoran.

Langkah selanjutnya adalah menyetel debit minyak Plunger sesuai ukuran standar PI (berbeda-beda sesuai dengan PI yang dikalibrasi) kemudian meratakan debit minyak dari semua plunger (kecuali PI dengan tipe VE / Distributor). Langkah ini dilakukan dalam keadaan test bench pada putaran RPM tinggi dan pompa injeksi dalam keadaan gas penuh, perhatikan angka pada penunjuk RPM (Digital maupun jarum). Pada mesin tes saya putaran ini berada pada 600 RPM.

https://kendhou.blogspot.co.id/2018/02/tips-kalibrasi-pompa-injeksi-diesel.html

Turunkan putaran mesin tes hingga posisi langsam (idle) lalu ratakan kembali jika ada yang tidak sama (perhatikan gelas ukur pada test bench) dan Pompa Injeksi juga berada pada posisi idle. Ini adalah langkah meratakan debit minyak pada gelas ukur yang terakhir pada cara yang biasa saya lakukan. Pada mesin tes saya putaran ini berada pada 200 RPM.

Langkah perataan debit minyak terakhir menggunakan Nosel yang terpasang pada semua holder (tidak menggunakan gelas ukur), ini adalah alasan kenapa nosel harus sudah disetel semua dan rata tekanannya. Tuas gas pada PI biarkan pada posisi idle lalu naikkan putaran mesin test hingga nosel tak lagi menembakkan bahan bakar, ratakan jika ada yang tidak sama. Untuk memastikan apakah sudah benar-benar rata atau belum adalah dengan menaikkan dan menurunkan RPM sedikit saja, saat nosel tak mengeluarkan solar dan menembakkan sedikit bahan bakar dari lobang penyemprot.

Langkah terakhir adalah menyetel posisi idle PI.

> Untuk Pompa Injeksi mobil, set pada putaran hampir tinggi yaitu 450 RPM (penunjuk jarum RPM mesin tes saya) dan perhatikan nosel. Pada putaran ini nosel tidak boleh menembakkan bahan bakar sama sekali tapi akan mengeluarkan solar dalam ukuran kecil pada 400 RPM, kemudian turunkan ke putaran idle (200 RPM) dan nosel harus bisa menyemprotkan bahan bakar dengan kuat. Jika pada putaran 450 RPM nosel masih menembakkan solar, turunkan baut setelan langsam hingga nosel berhenti menyemprot.

200 RPM : Semburan nosel besar (kuat)
400 RPM : Nosel menyemprotkan solar dalam ukuran yang kecil
450 RPM : Nosel berhenti menembakkan solar

> Untuk Pompa Injeksi alat berat dan traktor (bajak), nosel sudah harus berhenti menembakkan solar pada putaran 300 RPM (pada mesin tes saya). Dan akan menyemprotkan bahan bakar dengan kuat pada putaran idle (200 RPM).

Perhatikan putaran 200 RPM, 250 RPM dan 300 RPM.

> Jika pada putaran 450 RPM (mobil) nosel tidak menembak tapi pada putaran 200 RPM semprotannya kecil maka ada kemungkinan Plunger dalam keadaan sudah lemah. Pada pompa injeksi alat berat dan traktor lihat di putaran 300 RPM, jika mengalami hal yang sama maka plunger sudah kurang bagus keadaannya.

PENJELASAN SINGKAT

Posisi tuas gas yang berbeda ketika mengkalibrasi pompa injeksi pada putaran idle, tanggung hingga RPM tinggi sangat berhubungan dengan kerja governor di dalam pompa injeksi itu sendiri. Penambahan dalam bentuk penjelasan secara singkat ini bertujuan agar bisa lebih mudah dimengerti.

Sistem kerja pompa injeksi mesin diesel tidak bisa lepas dari peranan Governor sebagai pengatur debit minyak. Semakin tinggi putaran mesin maka governor secara otomatis menggerakkan rack agar mengurangi debit minyak pada pompa injeksi kemudian menjaga debit minyak tetap keluar saat putaran rendah / idle agar mesin tidak mati.

Pada putaran 450 - 600 RPM governor menggerakkan rack mengurangi debit minyak hingga tidak keluar dari nosel, tuas gas yang dibuka penuh akan mendorong lever governor menggerakkan batang rack melawan arah sehingga debit minyak bertambah ke posisi full load.

CATATAN

> Jika masih ada angin pada bahan bakar di dalam pompa injeksi, maka plunger tidak akan bisa menembakkan bahan bakar dengan optimal dan membuat proses perataan debit minyak tidak bisa dilakukan (akan berubah-ubah).

> Pompa injeksi tipe VE atau distributor tidak memerlukan perataan debit minyak karena hanya menggunakan satu plunger untuk mensupplai bahan bakar ke semua silinder atau yang biasa dikenal sebagai Rotor Head.

> rumus mudah untuk menentukan ukuran debit minyak standar pada PI adalah
1. PI mobil tipe In Line : diameter plunger - 1,5 sampai 2
Contoh : Colt Diesel PS100, diameter plunger adalah 9 mm. Ukuran standar debit minyak adalah 7 sampai 7,5 CC pada gelas ukur

2. PI alat berat tipe In Line : diameter + 2
Jika ukuran diameter plunger 10 mm maka ukuran standar debit minyak adalah 12 CC pada gelas ukur

> Saya sangat menekankan kebersihan seluruh komponen yang terpasang agar tidak mengganggu proses kalibrasi. Karena seluruh komponen dalam pompa injeksi telah didesain dengan sangat presisi oleh produsen sehingga kotoran yang ada dapat mengganjal bahkan menutupi lobang-lobang dan celah-celah yang cukup kecil jika dilihat secara kasat mata.

> Test Bench ada bermacam-macam tipe dengan cara penggunaan dan spesifikasi yang berbeda-beda. Ada yang menggunakan petunjuk RPM digital dan analog, ada yang menggunakan gear untuk putaran rendah dan tinggi (semacam gearbox) dan ada yang tanpa menggunakan. Cara mengoperasikannya berbeda tetapi cara kalibrasi kurang lebih sama.

Tips kalibrasi pompa injeksi diesel yang saya tuliskan pada artikel dengan bahasa sederhana di dalam blog kecil ini semoga dapat bermanfaat bagi sobat-sobat yang membaca. Tata cara dalam penyetelan PI (bospom) yang benar akan memberikan hasil yang lebih memuaskan. Jika ada pertanyaan atau bahkan saran dan informasi tambahan dapat sobat tuliskan di kolom komentar di bawah, semoga kita dapat terus berbagi dan...
Salam Pintar...

Berlangganan update artikel terbaru via email:

39 Responses to "Tips kalibrasi pompa injeksi diesel"

  1. jazakallah min...
    tulisannya sangat membantu...
    smoga di mudahkan rezkinya untuk admin ni...

    ReplyDelete
    Replies
    1. terima kasih sob sudah berkunjung di blog kecil ini...dan terima kasih untuk do'anya
      salam sukses

      Delete
    2. mas mau tanya...
      di governoor kan banyak tu baut penyetel...
      terangkan dong mas tentang baut penyetelan pada governoor...

      Delete
    3. bisa cek disini sob, kalau masih belum jelas silahkan tanya kembali
      https://kendhou.blogspot.co.id/2018/04/menyetel-pompa-injeksi-diesel.html

      Delete
  2. mas pada mesin test bench saya tekanan nozelnya 175 psi mas...
    itu sma ngak mas...???

    ReplyDelete
  3. trus mas,cara stel baut penyetel tuas maksimumnya gmana ya mas...???

    ReplyDelete
  4. mas khen...mengenai rumus penentuan debit minyak yg di kalibrasi...itu di seting pada rpm brapa ya mas..???

    ReplyDelete
    Replies
    1. 1. Tekanan untuk nosel testbench saya biasa gunakan 150 - 170, saya rasa angka 175 masih bisa ditolerir

      2. Tuas yang sebelah mana ya sob? bisa kirim gambar test bench atau baut penyetel yang dimaksud?

      3. Penyetelan debit minyak gunakan di rpm tinggi untuk penyetelan pertama, pada test bench saya di angka 600RPM (Catatan : Tidak semua test bench menggunakan angka yang sama), lalu pada RPM rendah / idle (200), terakhir pada RPM tanggung (450).

      Delete
  5. di sini ngak bisa masukin foto mas ken..
    tes bench saya bosch eps 619...
    apakah sama mas..???

    ReplyDelete
    Replies
    1. Beda sob, EPS 619 sudah digital sedangkan yang saya gunakan masih model lama.

      Delete
  6. maksud saya mas,,apakh langkah kalibrasinya sma ngak mas dengan tes bench punya mas..dan penyetelan debit minyaknya apakh sama.yaitu pada rpm 600..

    ReplyDelete
    Replies
    1. Langkah kalibrasi sama aja, RPM bisa lihat manual book Testbench karena beda merk / type bisa berbeda cara penggunaannya.

      Delete
  7. mas saya sudah coba kalibrasi ni mas...
    tapi ada masalah ni mas...
    pada tahap menyetel posii idel.waktu rpm 450 suadh saya bikin nozel tidak mengeluarkan minyak...
    tapi knapa pas rpm 200 nozel malah tidak mengeluarkan minyak ya mas...
    padahal plnger sma deliveri valve nya sudah baru ni mas..

    ReplyDelete
  8. lalu cara menetel baut stelan maksimum speednya gmana ya mas...???

    ReplyDelete
  9. pompa yg saya klibrasi,pompa canter ps 100 mas...

    ReplyDelete
    Replies
    1. Mungkin yang sobat maksud canter 110...
      Coba tambahkan putaran baut setelan idle sampai nosel ngabut (RPM 200/langsam), periksa kembali apakah di RPM450 nosel masih tidak keluar atau malah ngabut.
      Jika plunger masih bagus, kemungkinan karena setelan idle kurang maju. Baut setelan maksimum speed tidak perlu disetel sob, jika terlalu banyak injeksi malah tidak menembakkan bahan bakar saat digas penuh.

      Delete
    2. InsyaAllah akan saya buatkan video penyetelan injeksi saat sudah ada waktu luang.

      Delete
  10. maaf mas...bukan canter ps 100,tapi colt diesel ps 100..😁.
    sudah saya stel mas pada rpm 200 sampai ngabut...
    tapi pas rpm 450 tetap aja keluar dia mas...

    ReplyDelete
    Replies
    1. bisa karena setting debit belum pas/kurang. ps100 diset antara 7 - 7,5 cc (di gelas testbench)
      kalau memang plunger+valve baru dan settingan debit minyak benar, periksa governornya

      Delete
  11. biasanya pas rpm 200 tu brapa cc debit minyaknya mas...???

    ReplyDelete
    Replies
    1. yang paling penting debit minyak pada rpm tinggi, pada rpm rendah dan tanggung untuk meratakan kembali antara debit plunger satu dengan lainnya.

      Delete
  12. kalau untuk pompa injeksi ve/rotary,gmana ya mas cara menentukan debit minyak nya..????

    ReplyDelete
    Replies
    1. kalau PI tipe VE/rotary keborosan settingan debit minyak bisa langsung ketahuan, saat di rpm tanggung dan tinggi nosel tidak langsung mati setelah digas.
      pada PI yg sudah terpasang di mesin, akan terasa lambat kembali ke posisi idle setelah digas

      Delete
  13. kalau mobil ngak ada tenaga pengaruhnya dari mana aja biasanya ya mas..???

    ReplyDelete
  14. secara garis besar, mesin dan pompa injeksi sama-sama berpengaruh...
    1. mesin bisa dari piston, ring piston, liner hingga klep
    2. Pompa injeksi bisa dari plunger, valve, hingga nosel
    3. Jika kondisi keduanya bagus, bisa karena settingan yang kurang tepat
    4. jangan lupa pengaruh dari saringan (udara dan solar)

    ReplyDelete
  15. mas..kalau ada kesempatan tolong bikin video kalibrasi ya mas...

    ReplyDelete
    Replies
    1. semoga bisa terealisasi, untuk sementara saya akan buat artikel cara setting injeksi pada testbench lebih detil dari sebelumnya dan semoga bahasa yang akan saya gunakan bisa dipahami hehehe...

      Delete
  16. pada rpm 600...gas dalam keadaan full kan mas...trus posisi racknya brapa mm biasanya mas..???.untuk mengatur debit minyaknya...

    ReplyDelete
    Replies
    1. posisi control pinion pada saat di gas penuh di pengaruhi oleh baut stelan ful load adjuster kan mas,
      ada mekanik lain mengatakan,pada saat kalibrasi,di rpm 600,posisi control pinionya berada di tengah dan bikin cc nya 7 ml.

      sudah saya tes sperti itu mas..cuma pas rpm 450 dlam keadaan idle.,nozel mengeluarkan minyak jadinya mas..padahal baut stelan langsamnya sudah habis saya bikin mas...

      makanya saya tanya di rpm 600 tu brapa mm control racknya mas..???

      Delete
    2. posisi control sleeve berbeda-beda alias tidak semua injeksi menggunakan posisi yang sama saat gas penuh.
      saya tidak pernah menggunakan posisi control sleeve di tengah, posisikan dari tengah sedikit lebih boros (pojok bagian dalam lurus dengan titik paku plunger barel). beberapa injeksi yang lain diluruskan dwngan pojok bagian luar dari control sleeve.
      selamat mencoba

      Delete
    3. kurang bisa di mengerti mas...:)
      sbetulnya bisa saja di stel rpm 450 nozel tidak mengeluarkan minyak dan rpm 600 hasilnya 7 cc...cuma posisi baut stelan full load adjusternya terlalu ke dalam mas...
      dan posisi control sleeve jadi ke kanan....
      saya ragu jadinya mas...karna mekanik lain bilang cintrol sleeve harus di tengah...

      Delete
  17. untuk spek isuzu byson apa sama mas?
    atau mungkin smua ukuran plunger antara 1,5-2 itu debitnya sama (7cc)?

    ReplyDelete
    Replies
    1. maaf mas bru pham ternyata rumusnya diameter-1,5-2 hehehe...
      tpi itu untuk rumus saat penyemprotan maksimal saja apa semua putaran?

      Delete
    2. Saat putaran tinggi dengan posisi tuas gas membuka penuh debit bahan bakar alias gas poll.
      Tidak semua ukuran menggunakan ukuran yang sama di 7cc, karena diameter plunger juga berbeda-beda, contohnya plunger dengan diameter 10 mm maka hasil yang didapatkan adalah 8cc - 8,5cc

      Delete
    3. trus untuk saat putaran 200-300 rpm apa berbeda debitnya dengan rpm tinggi?
      kan saat putaran itu governor nya belum bekerja dan pegas gas menarik control rack ke posisi maksimal?
      maaf mas pertanyaannya dasar banget cz baru belajar hehehe

      Delete
    4. pump tics merek zexel bisa di kalibrasi dengan manual mas...???

      Delete
    5. Tics menggunakan elektrik untuk gasnya...
      jadi tidak bisa secara manual

      Delete
    6. maaf mas, untuk penyetelan pi yg gasnya menggunakan vakum (tanpa tuas gas manual/kabel gas gmn mas? apa caranya sama?

      Delete

Terima kasih atas kunjungannya...
Pertanyaan, pendapat,serta saran dan masukan dapat sobat tuliskan pada kolom komentar yang tersedia. Harap menggunakan bahasa yang baik dan sopan.
Mohon maaf, segala bentuk SPAM dan mengandung unsur SARA akan kami hapus.

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel