Cara registrasi dan unreg kartu SIM

Saya tergerak untuk menulis artikel ini pada awalnya karena saya juga penjual kartu perdana, dan pada akhir-akhir ini saya lebih fokus ke penjualan kartu kuota internet sekali pakai. Kenapa kartu kuota? Peluang yang ada sangatlah besar karena hampir semua pengguna layanan seluler menggunakan data untuk menunjang aktifitas sehari-hari, khususnya media sosial. Dan kenapa saya memposting tentang cara registrasi dan unregistrasi kartu SIM?
https://kendhou.blogspot.co.id/2018/04/cara-daftar-kartu-dan-unreg.html
Sebelumnya saya dapat menjual kartu perdana kuota 20-30 pieces dalam kurun waktu satu minggu, permintaan terus bermunculan meskipun saya tidak membuka konter seperti pada umumnya (hanya sambilan), tidak ada keluhan yang berarti selama itu dan penjualan lancar bahkan terus meningkat. Biar untung sedikit yang penting kuantitas bisa mengejar, itu prinsip saya.

Sampai pada akhirnya, ketika aturan baru pemerintah yang mengharuskan registrasi (pendaftaran) semua kartu sim menggunakan NIK (Nomer Induk Kependudukan) dan Nomer KK (kartu Keluarga) yang valid dengan aturan pembatasan bahwa hanya bisa mendaftarkan maksimal tiga (3) nomer dengan nomer NIK yang sama memasuki ranah kartu kuota internet sekali pakai, timbullah masalah baru.

Apa masalah yang timbul itu?
Penjualan kartu kuota internet menurun tajam, bahkan bisa dikatakan terjun payung. Hal ini adalah dampak dari keengganan dan ketidaktahuan beberapa pelanggan dalam melakukan proses registrasi. Bukan hanya itu saja, ada beberapa hal yang mempengaruhi berkurangnya penjualan kartu kuota internet sekali pakai di hampir semua konter alias toko handphone, aksesories dan pulsa...

Dibawah ini adalah alasan-alasannya...

  1. Pelanggan tidak memiliki data kependudukan yang valid
  2. Pelanggan merasa kesusahan melakukan registrasi (beberapa orang tidak bisa langsung berhasil terdaftar)
  3. Pelanggan adalah seorang musafir yang sedang dalam perjalanan dan tidak mempersiapkan KK
  4. Pelanggan tidak paham cara registrasi dan kendala-kendalanya
  5. Data / NIK pelanggan telah melebihi batas penggunaan 3 kartu sim
  6. Pelanggan malas ribet (Ini adalah alasan yang utama dari semua alasan di atas, hehehe)

Sobat tidak perlu khawatir sekarang, karena pada postingan kali ini akan saya beritahukan cara terbaru registrasi dan unregistrasi kartu sim untuk beberapa operator yang umum dipakai pengguna ponsel di tanah air (Indonesia tercinta). 
Semua format pesan / SMS (Non Dial) dikirim ke nomer tujuan 4444. Jangan lupa untuk dicatat dan disimpan ya

1. TELKOMSEL

  • Registrasi       : Reg(spasi)No Nik#No KK#
  •                        : atau bisa dial di >> *444*No NIK*No KK#(klik telpon / OK)
  • Reg Ulang      : ULANG(spasi)No NIK#No KK#
  • Unregistrasi    : UNREG#No NIK
  • Cek Status      : INFO#No NIK

2. INDOSAT

  • Registrasi       : No NIK#No KK#
  • Reg Ulang      : ULANG#No NIK#No KK#
  • Unregistrasi    : UNPAIR#No HP#
  • Cek Status      : INFO#No HP#

3. XL / AXIS

  • Registrasi       : DAFTAR#No NIK#No KK#
  • Reg Ulang      : ULANG#No NIK#No KK#
  • Unregistrasi    : UNREG#No HP
  • Cek Status      : dial di >> *123*444#(tekan OK / telpon)

4. TRI ( 3 )

  • Registrasi       : No NIK#No KK#
  • Reg Ulang      : ULANG#No NIK#No KK#
  • Cek Status      : STATUS

5. SMARTFREN

  • Registrasi       : No NIK#No KK#
  • Reg Ulang      : ULANG#No NIK#No KK#

Dengan adanya menu untuk unregistrasi, akan mengurangi permasalahan tentang batasan jumlah kartu SIM dalam penggunaan No NIK yang sama dengan catatan kartu SIM yang hendak di unregistrasi masih ada, jadi kartu SIM jangan langsung dibuang jika kuota data internet di dalam paket sudah habis atau saat sudah tidak ingin menggunakan kartu SIM yang lama (ganti nomer).

Kesimpulan 

Aturan pemerintah tentang pendaftaran kartu SIM menggunakan No NIK dan KK yang valid sangat bagus dan bisa diterima (bahkan saya sendiri sangat mendukung), hal ini akan sangat berpengaruh pada jumlah kejahatan melalui ponsel (penipuan dan lain-lain) karena data setiap pengguna nomer telepon seluler sudah tersimpan di database pusat (Operator dan pemerintah).

Menu Unregistrasi No NIK cukup membantu untuk mengatasi pembatasan jumlah kartu SIM yang digunakan (didaftarkan) pada satu Nomer NIK yang sama. Tetapi aturan ini bisa menjadi problem baru mengingat bahwa tidak semua pengguna ponsel paham tentang hal ini, karena pada kenyataannya masih banyak pengguna yang hanya memanfaatkan teknologi seluler hanya untuk layanan telepon dan pesan (khususnya pengguna dengan usia 50 keatas) tanpa ingin mengetahui lebih jauh.


Alangkah baiknya jika operator (dengan dukungan pemerintah) menyediakan kartu kuota data internet sekali pakai yang benar-benar hanya kartu sekali pakai, yang hanya bisa digunakan untuk internet tanpa telepon atau pesan dan harus dibuang ketika kuota data internet telah habis. Tanpa perlu registrasi data kependudukan seperti saat ini.

Akhirnya, selesai sudah artikel kali ini mengenai cara registrasi dan unregistrasi kartu SIM beserta beberapa hal yang terjadi di lapangan akibat dari adanya peraturan ini. Semoga bermanfaat dan...
Salam Pintar...

Berlangganan update artikel terbaru via email:

2 Responses to "Cara registrasi dan unreg kartu SIM"

  1. caranya unreg untuk kartu Tri gimana caranya?

    ReplyDelete
    Replies
    1. untuk kartu tri (3) tidak bisa unreg melalui USSD. harus masuk ke web sob melalui registrasi.tri.co.id >Unreg>input nomer telp, NIK dan seterusnya
      good luck...

      Delete

Terima kasih atas kunjungannya...
Pertanyaan, pendapat,serta saran dan masukan dapat sobat tuliskan pada kolom komentar yang tersedia. Harap menggunakan bahasa yang baik dan sopan.
Mohon maaf, segala bentuk SPAM dan mengandung unsur SARA akan kami hapus.

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel