Hino 6 cylinder mesin crane

Crane adalah salah satu mesin alat berat atau mesin industri digunakan untuk mengangkat barang secara vertikal dan memindahkannya secara horizontal lalu menurunkannya di tempat yang diinginkan. Crane digunakan pada pengerjaan konstruksi, manufaktur dan otomotif. Keberadaannya sangat mutlak diperlukan pada proyek pembangunan berskala besar, pun pada banyak kegiatan yang mengharuskan pemindahan barang dengan beban berat maupun menuju point lokasi yang tinggi.

Crane sering terlihat pada pengerjaan konstruksi seperti pembangunan gedung-gedung tinggi, jembatan dan pelabuhan (untuk memindahkan peti kemas) sedangkan pada bidang manufaktur dan otomotif jarang diketahui karena merupakan lokasi yang tertutup. Crane pada umumnya dapat berputar 360 derajat, dan pada beberapa jenis crane lainnya ada pembatasan gerak karena disesuaikan dengan fungsi dari crane yang digunakan.

Crane terdiri dari berbagai jenis sesuai cara kerjanya :
1. Crawler Crane
2. Tower Crane
3. Mobile Crane
4. Hoist Crane (Fixed Crane)
5. Jip Crane
6. Hidraulik Crane

Mesin yang digunakan pada crane tak jauh berbeda dengan dengan mesin pada alat berat (heavy equipment) atau industri lainnya. Pada artikel kali ini saya akan mengangkat topik mengenai crane dengan mesin dari Hino. Sebagai contoh adalah mesin 6 cylinder, berapapun jumlah cylinder yang digunakan tetap sama sistem kerjanya, yang membedakan hanyalah kemampuan maksimum pada pengangkatan objek yang dipindahkan.

Pada gambar di bawah ini adalah mesin Hino yang digunakan pada Crane untuk pengerjaan sebuah proyek tol di salah satu titik di daerah saya.

https://kendhou.blogspot.co.id/2018/04/hino-6-cylinder-mesin-crane.html


Pompa injeksi yang digunakan adalah pompa injeksi tipe Inline / sebaris dengan arah putaran ke kanan (R) berisikan 6 plunger (sesuai jumlah silinder mesin), pengaturan debit minyak dikendalikan oleh governor tipe mekanis / centrifugal (Mechanical Governor) lalu pada pengabutan bahan bakar dipasangkan Nosel atau injector yang menggunakan screw adjusting pada penyetelannya.

Arah putaran pompa injeksi dapat diketahui melalui nomer kode pompa (pump code) yang terdapat pada plat yang terpasang di body pompa injeksi (beberapa pompa injeksi langsung dicetak pada body tanpa menggunakan plat). Jika R maka arah putarannya adalah kanan, dan jika yang tertulis adalah L maka arah putarannya adalah kiri.

Pada pompa injeksi ini, plunger yang digunakan adalah plunger dengan kode A 737 berdiameter 10mm dengan helix kanan. Jika mengalami kesusahan untuk menemukan plunger dengan nomer kode yang sama, bisa dilakukan penggantian dengan plunger yang memiliki kesamaan pada bentuk, ukuran (diameter, ketinggian plunger dan barrel) serta arah helix.

Hindari menggunakan plunger berdiameter lebih kecil karena jika diameter plunger penggantinya lebih kecil dari diameter plunger aslinya, maka tenaga yang dihasilkan pun lebih kecil dari yang seharusnya. Helix harus sama agar arah pengaturan debit bahan bakar pada batang rack tidak terbalik (saat dikecilkan mesin menjadi semakin kencang dan sebaliknya).

Governor tipe mekanis memang lazim digunakan pada Pompa Injeksi yang digunakan untuk kebutuhan mesin bertenaga besar seperti alat berat, berbeda dengan governor pada PI Inline yang terdapat pada mobil karena pada alat berat atau mesin industri putaran mesin akan secara otomatis naik saat beban mesin bertambah, hal ini untuk mempertahankan rpm yang telah diatur sesuai kebutuhan kerja.

Nosel dengan screw adjusting adalah nosel yang cara penyetelannya (menambahkan atau mengurangi tekanan) menggunakan sekrup pada bagian pangkal rumah nosel / injector. Sekrup pengatur ini ada yang diputar menggunakan obeng minus ( - ) dan ada yang menggunakan kunci L.

Untuk membongkar pompa injeksi, lepaskan terlebih dahulu semua hal ini yang menempel pada body PI.
1. Feed Pump
2. Cover Plunger
3. Klam Holder
4. Gigi Timer dan Cover

Jika sudah, lanjutkan ke pembongkaran Governor. Gunakan kunci 10mm (Ring pas dan T), obeng minus, tang lancip dan kunci treker untuk governor. Untuk dapat melepaskan shaft drive pomap injeksi pasang terlebih dahulu paku atau sejenisnya pada lobang yang ada pada semua tappet, hal ini bertujuan agar tappet tidak menekan as / shaft drive ke bawah (karena daya dorong per / pegas plunger) sehingga shaft drive dapat dengan mudah dilepaskan.

Sekarang buka 6 penutup di bagian bawah PI menggunakan gagang kunci sok, kemudian gunakan treker / kunci khusus untuk mendorong tappet masuk melalui bagian bawah yang telah terbuka guna melepaskan paku yang terpasang lalu lepaskan semua plunger dari Pompa Injeksi. Setelah plunger terlepas, gunakan kunci 22mm untuk melepaskan semua holder lalu keluarkan Delivery Valve dan rumah plunger (Plunger Barrel / Cylinder). CATAT...!!! ingat-ingat urutan pelepasan plunger agar barrel tidak saling tertukar dengan barrel lainnya, plunger nomer 1 dengan barrel nomer 1 dan seterusnya.

Pasang plunger dan delivery valve pengganti, untuk pemasangan lakukan langkah kebalikan dari pembongkaran tadi. Jangan lupa ganti semua paking dan karet O ring serta seal dengan yang baru dan pastikan bearing shaft drive tidak kocak / oblak. Langkah terakhir adalah kalibrasi pompa injeksi.

Cara menyetel nosel / injector sudah saya jelaskan secara singkat, gunakan obeng minus untuk melakukannya. Jika ada nosel yang rusak segera ganti dengan yang baru. Akhirnya, setelah pompa injeksi dan nosel selesai diperbaiki tinggal memasangnya kembali ke mesin.

Pembongkaran dan pemasangan pada mesin

Pompa injeksi dengan timer jenis ini termasuk paling mudah dalam melakukan bongkar pasang karena tidak perlu mencari top PI ke mesin. Loh...!!! bagaimana bisa tidak perlu top?

https://kendhou.blogspot.co.id/2018/04/hino-6-cylinder-mesin-crane.html
Pompa injeksi dengan tipe seperti ini hanya menggunakan 2 baut untuk menghubungkan timer PI dengan kopling dari mesin. Cukup berikan tanda pada salah satu sisi, satu tanda pada timer dan satu lagi pada kopling penghubung (bisa menggunakan cat, tipe x, ketokan obeng dan lain-lain). Ingat!!! kedua tanda harus lurus

Setelah memberikan tanda, lepaskan baut pengikat (penghubung) timer dan kopling. Lepaskan semua selang dan kabel / seling yang ada pada pompa injeksi. Lepaskan 4 baut pengikat yang ada di bagian depan dan belakang PI (perhatikan tanda lingkaran warna kuning) lalu angkat PI dari mesin, jika sudah tinggal melepaskan nosel dari cylinder head.

Cara pemasangannya tinggal melakukan langkah kebalikannya, hanya perlu memperhatikan tanda yang telah dibuat tadi agar penginjeksian dari PI sesuai dengan FO (Firing Order) mesin. sangat mudah bukan?

Begitulah cara pembongkaran dan pemasangan Pompa Injeksi Hino 6 cylinder mesin crane yang dapat saya bagikan di dalam artikel ini. Semoga bermanfaat...
Salam Pintar...

Berlangganan update artikel terbaru via email:

0 Response to "Hino 6 cylinder mesin crane"

Post a Comment

Terima kasih atas kunjungannya...
Pertanyaan, pendapat,serta saran dan masukan dapat sobat tuliskan pada kolom komentar yang tersedia. Harap menggunakan bahasa yang baik dan sopan.
Mohon maaf, segala bentuk SPAM dan mengandung unsur SARA akan kami hapus.

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel