Setting injeksi inline di testbench

Sebelumnya saya minta maaf pada sobat kendhou sekalian jika penggunaan judul diatas dianggap kurang tepat, saya berharap semoga apa yang saya tuangkan pada postingan ini bisa sesuai dan membantu sobat-sobat yang ingin tahu tentang setting injeksi inline di testbench (versi saya ya...). Artikel ini sengaja saya buat karena beberapa sobat saya (online dan offline) beberapa kali menanyakan dan penasaran bagaimana cara saya menyetel pompa injeksi alias bospom dengan testbench atau mesin tes.

setting pompa injeksi inline

Ada beberapa tahapan yang harus diperhatikan dalam penyetelan pompa injeksi agar memberikan hasil yang memuaskan, sebelum, saat dan sesudah penyetelan. Apakah semua tahapan itu benar-benar harus dilakukan? Tidak harus tapi akan lebih baik jika dikerjakan, karena beberapa mekanik injection pump repair tidak menggunakan cara yang saya pakai tetapi tetap memberikan hasil yang bagus. Setiap kita memiliki trik dan tehnik masing-masing, itu menurut hemat saya hehehe...

Lalu, apa saja tahapan-tahapan yang biasa saya lakukan? Simak baik-baik ya sob... Jangan lupa untuk memperhatikan gambar yang tersedia ya...

SEBELUM PENGETESAN / KALIBRASI

Ini adalah kunci awal dari keberhasilan kita memperbaiki sebuah pompa injeksi inline, jika kita tidak memperhatikan baik-baik pada tahap ini maka hasil yang didapatkan akan menjadi kurang maksimal. Meskipun tidak mengalami kegagalan, ibarat sama-sama naik kelas tetapi dengan nilai ujian yang berbeda-beda.

1. Ukuran Ring

Ada banyak yang harus diukur dengan cermat dan bukan asal pasang alias yang penting ada. Kejelian mata dan ketelitian sangat dibutuhkan dalam hal ini, jangan lupa untuk selalu menyiapkan sigmat atau jangka sorong untuk mengukur...

Ada beberapa bagian yang sebaiknya diukur ulang ringnya saat mengerjakan perakitan sebuah pompa injeksi tipe inline.

Ring Tappet (kecuali tappet untuk model klip karena jenis ini tidak menggunakan ring)
Ring Governor, ada bermacam-macam ring yang digunakan sesuai dengan tipe governor (RQV atau RSV). Pun memiliki jumlah yang berbeda-beda, contohnya adalah sesama tipe RQV antara Colt Diesel PS dengan Canter keduanya memiliki jumlah ring yang berbeda.
Ring Bearing, periksa apakah harus ditambahkan atau digunakan setelah penggantian bearing set untuk camshaft. Jangan sampai camshaft oblak atau sebaliknya menjadi berat bergerak ( seret ).

2. Posisi Control Pinion / Control Sleeve

Pada umumnya (posisi los / tanpa penahan) jumlah mata gigi pada control sleeve akan berjumlah sama (6) antara sisi kanan dengan sisi kiri, tetapi jika ada penahan seperti pada colt diesel PS maupun Dhyna rhino 100 (13B) akan berjumlah 6 - 4. Jika penahan sudah bengkok perhatikan terlebih dahulu jumlah gigi yang terlihat saat posisi control rack didorong penuh menutup / mati, jumlahnya adalah 6 mata.

3. Pergerakan Plunger

Pastikan plunger atau element dapat bergerak dengan lancar saat digas / membuka ataupun saat dichoke lalu dilepas. Lakukan pengecekan sambil memutar camshaft secara perlahan, saat satu persatu plunger dalam posisi TMA rack harus bergerak dengan lancar. Jika ada yang tidak lancar, perbaiki pada bagian yang sedang menekan atau posisi TMA.

4. Governor

Governor harus benar-benar sudah dipasang dengan kencang, dan jangan lupa untuk memperhatikan settingan governor dengan benar. Pada tipe RSV akan mengakibatkan putaran mesin lambat untuk kembali ke posisi idle setelah digas jika governor terlalu menekan, dan sebaliknya... putaran mesin akan kurang responsive bila kurang tekanan.

5. Nepel Out

Baut pembuangan bahan bakar / overflow atau biasa disebut dengan nepel out adalah baut yang berfungsi untuk menjaga agar bahan bakar didalam pompa injeksi tetap padat. Terdapat per dan pelor (gotri, jawa : red) di dalamnya, per digunakan untuk menekan pelor agar dapat menutup jalur keluarnya bahan bakar ke arah tangki. Ketika tekanan bahan bakar sudah sangat padat, secara otomatis akan mendorong pelor untuk membuka jalur pembuangan sehingga sisa bahan bakar / solar dapat kembali ke dalam tangki.

Cara memeriksanya sangat mudah, cukup ditiup dengan kuat lobang pada ujung baut. Jika angin tiupan sobat dapat menerobos keluar melalui lobang di samping baut, sebaiknya ganti pelor yang ada di dalamnya.

SAAT PENGETESAN / KALIBRASI

Ini adalah langkah-langkah yang harus sobat lakukan dan perhatikan dalam pengetesan atau penyetelan sebuah pompa injeksi di testbench.

1. Bahan bakar padat

Bahan bakar di dalam pompa injeksi harus padat, hal ini bertujuan agar debit minyak saat pengetesan bisa lebih akurat. Jika terdapat udara / angin palsu di dalam bahan bakar, maka pengaturan debit minyak akan sulit dilakukan sehingga antara plunger satu dengan yang lainnya tidak dapat diratakan dengan benar debit minyaknya.

Yang paling sering terjadi adalah debit minyak berubah-ubah, antara pengukuran pertama dengan selanjutnya akan menunjukkan hasil yang berbeda di dalam gelas pengukur.

2. Posisi Control Pinion

Ada beberapa posisi yang digunakan oleh pompa injeksi secara umum. Untuk lebih jelasnya sobat dapat melihat gambar dibawah ini
setting injeksi inline

3. Penyetelan debit minyak

Setel ukuran debit minyak sesuai standar pompa injeksi, lalu ratakan / samakan debit minyak dari semua plunger di ketiga putaran, Putaran tinggi, Putaran rendah dan putaran tanggung. Langkah terakhir dalam meratakan debit minyak yang biasa saya gunakan adalah menggunakan nosel untuk semua plunger, alasan saya sangat sederhana kok sob... HASIL YANG LEBIH AKURAT

Hasil pengabutan dari tiap nosel bisa dilihat dengan sangat jelas, saat governor menutup debit minyak (tuas gas posisi idle ya) maka tidak boleh ada satupun nosel yang mengabut.

4. Periksa kinerja Governor

Naikkan dan turunkan putaran pompa injeksi dengan tuas gas tetap dalam posisi idle, perhatikan pergerakan control pinion dan nosel. Jika control pinion dapat bergerak dengan normal yaitu menutup saat putaran semakin tinggi dan sebaliknya membuka saat putaran diturunkan, serta penyemprotan pada nosel semakin mengecil hingga menutup saat putaran semakin tinggi dan sebaliknya semakin kuat saat putaran diturunkan, maka Governor pompa injeksi bekerja dengan baik dan benar.

5. Setel langsam / idle

Gunakan nosel atau injector dengan tuas gas pada posisi idle (jangan lupa dipasang per gasnya ya sob...). Pada pompa injeksi inline kendaraan, nosel akan menembak dengan kuat pada 200 RPM dan berhenti menyemprotkan bahan bakar saat pompa injeksi berputar pada 450 RPM.

Untuk pompa injeksi inline alat berat maupun traktor, Nosel dapat menembak dengan kuat di 200 RPM dan berhenti menyemburkan bahan bakar pada putaran 300 RPM. Penyetelan pompa injeksi selesai.

SETELAH PENYETELAN

Langkah-langkah pada tahapan ini dapat sobat lakukan di testbench dan sebagian yang lainnya dilakukan setelah pompa injeksi diturunkan dari testbench. Tujuan dalam tahapan ini adalah memastikan hasil pemasangan sudah benar dan hasil pengetesan atau penyetelan tidak berubah.

1. Cek kebocoran

Setelah selesai menyetel debit minyak dan langsam pompa injeksi, periksa semua bagian yang menggunakan o ring karet maupun perpak, pastikan tidak ada kebocoran atau rembesan. Jika sudah yakin tidak ada kebocoran, segera pasang klam yang ada.

2. Control Pinion

Kita pasti mengendurkan baut pengancing setelan yang ada pada control pinion saat pengetesan, meskipun sudah kita kencangkan setelah debit minyak sudah rata tidak ada salahnya jika kita periksa kembali kekencangannya. Hal ini untuk memastikan bahwa debit minyak tidak akan berubah setelah pompa injeksi dipasang pada mesin diesel.

3. Setel Timing Pompa Injeksi

Langkah ini sebaiknya langsung dilakukan setelah selesai menyetel pompa injeksi inline yang menggunakan cover pada timer. Karena hasil penyetelan timing jauh lebih akurat jika dilakukan sebelum pompa injeksi dipasang pada mesin diesel.

4. Periksa Baut dan Mur

Langkah terakhir adalah memeriksa semua baut dan mur yang terpasang, apakah sudah lengkap? apakah sudah kencang? apakah sudah capek bacanya...? EITTTT salah, hihihi...

Itulah beberapa tips tentang tahapan-tahapan setting injeksi inline di testbench yang bisa saya tuliskan pada postingan kali ini. Semoga dapat bermanfaat dan jika ada yang hendak ditanyakan, dapat sobat kendhou tuliskan di dalam komentar di bawah.
Salam Pintar....

Berlangganan update artikel terbaru via email:

11 Responses to "Setting injeksi inline di testbench"

  1. mas...kalau colt diesel ps 100,biasanya brapa ya mas ketebalan ring tappetnya...???

    trus mas,posisi control pinionnya...
    posisi yg di atas tersebut,itu ketika menentukan debit minyaknya kan mas.ketika rpm tinggi dan tuas gas dalam keadaan penuh...???

    ReplyDelete
    Replies
    1. Ketebalan ring tappet adalah sekitar 1,00 mm - 1,1 mm
      Benar sekali, posisi RPM tinggi dengan tuas gas membuka penuh.
      Good luck sob Danil

      Delete
  2. kalau ketebalan ring governoor untuk ps 100 brapa mas..???

    ReplyDelete
    Replies
    1. Ring yang kecil di kisaran 1,5 - 2 mm
      Ring besar sekitar 1 - 1,5 mm

      Delete
  3. stelan camshaftnya yg bagus tu gimana ya mas..???
    apakah padat(ngak bisa di goyangkan maju mundur)
    atau harus ada spilingnya sdikit mas..???

    ReplyDelete
    Replies
    1. Untuk memeriksa kondisi camshaft, pasang paku atau sejenisnya terlebih dahulu pada semua tappet (ada lobang khusus seukuran ujung paku).
      Yang benar untuk posisi camshaft adalah, bisa bergerak dengan lancar (digoyang kanan kiri) tapi tidak bisa maju dan mundur.

      Delete
  4. gmana cara menyetel spring governoor mas...apakh stelannya di lakukan di tesbench..???

    ReplyDelete
    Replies
    1. menyetel spring governor idak perlu testbench, agak sulit menjelaskannya... tapi jika sudah terbiasa akan bisa membedakan antara suara mesin yang sudah ditambah RPM dengan yang belum / standar.

      Delete
    2. kalau masnya ngak keberatan kpan kpan bisa d vidioin ngak mas...
      hehe..

      Delete
    3. Siap mas...
      ditunggu videonya, insya Allah tidak lama lagi saya upload videonya.

      Delete

Terima kasih atas kunjungannya...
Pertanyaan, pendapat,serta saran dan masukan dapat sobat tuliskan pada kolom komentar yang tersedia. Harap menggunakan bahasa yang baik dan sopan.
Mohon maaf, segala bentuk SPAM dan mengandung unsur SARA akan kami hapus.

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel